Pensiun yang Tak Ideal Buat Pavel

Australia Terbuka

Pensiun yang Tak Ideal Buat Pavel

- Sport
Selasa, 20 Jan 2009 16:54 WIB
Pensiun yang Tak Ideal Buat Pavel
Melbourne - Di usianya yang sudah uzur untuk ukuran atlet saat ini, Andrei Pavel akhirnya memutuskan gantung raket. Sayangnya ia pensiun lewat cara yang tidak ideal -- dan tetap minim prestasi.

Sudah 13 tahun lebih Pavel menjejak dunia tenis profesional. Ia mewakili negara yang secara tradisi tak pernah menghasilkan petenis besar, Rumania.

Tentu saja ratusan turnamen ia ikuti, namun hasilnya pas-pasan. Dalam delapan tahun terakhir Pavel kerap diganggu masalah punggung dan ia kehilangan tiga Grand Slam terakhir di tahun 2008. Beruntung dia tidak terlempar dari peringkat 100 dunia sehingga bisa tampil di Australia Terbuka tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam usianya yang sudah 34 tahun, Pavel tampil di Melbourne sebagai pemain tertua kedua setelah pemain Prancis, Fabrice Santoro, yang lebih tua dua tahun dari dirinya.

"Aku mencoba sedikit berbohong. Aku hanya ingin menikmati masa-masa terbaik saat mengikuti turnamen. Aku tak mau menyesali diri bahwa aku bahkan tidak mencobanya," ujar Pavel, mengakui bahwa dia mengambil sebuah risiko dan tak punya ekspektasi besar saat turun ke lapangan.

Melawan unggulan keempat Andy Murray di babak pertama, Selasa (20/1/2009), Pavel akhirnya benar-benar menyerah. Kalah 2-6 di set pertama, cederanya kambuh saat tertinggal 1-3 di set kedua. Ia pun menyatakan mundur dari pertandingan.

Setelah bersalaman dengan Murray dan meminta asistennya untuk membawakan tas perlengkapannya, Pavel membuat pernyataan kepada pers bahwa dia baru saja melakoni pertandingan terakhir.

"Aku tak bisa lebih jauh lagi. Aku rasa inilah waktunya (buat pensiun). Aku tak mau mencobanya lagi. Aku tak mau merusak kesehatanku hanya untuk bermain di sebuah turnamen. Sudah banyak yang kuikuti. Ini sudah cukup," tuturnya seperti dikutip Reuters.

Ia mengatakan, tadinya ia berharap bisa mengikuti beberapa Grand Slam lagi di tahun 2009. Namun keadaan tak mendukung dan ia merelakannya.

"Mimpiku adalah mengucap 'selamat tinggal' dari tengah lapangan. Rencanaku adalahΒ  bermain di Grand Slam, hanya untuk merasakan kesenangan di sana, lalu pulang ke Bucharest dan mengakhiri karir di depan fans negeriku. Tapi kurasa, rencana tak selalu terlaksana. Rasa sakit itu masih ada," tandas Pavel.

Sepanjang karirnya ia hanya memenangi tujuh gelar juara di nomor tunggal, salah satunya bertajuk Masters di Montreal pada tahun 2001. Peringkat tertinggi yang pernah ia sentuh hanya urutan ke-18 di tahun 2007. Performa terbaiknya di turnamen Grand Slam adalah perempatfinal Prancis Terbuka 2002.

(a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads