Tahun 1928, Borotra menjuarai tunggal putra Australia Terbuka setelah mengalahkan petenis tuan rumah Jack Cummings. Setelahnya, tak ada lagi pria Galia yang bisa berjaya di belahan bumi selatan.
Ada dua petenis Prancis yang berlabel nyaris. Mereka adalah Arnaud Clement yang berhasil melaju ke final tahun 2001 tetapi kalah dari Andre Agassi. Tahun lalu, Jo-Wilfried Tsonga bernasib serupa dengan Clement karena ditekuk Novak Djokovic di partai puncak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trio itu dipimpin oleh Tsonga, unggulan lima, yang mengalahkan petenis Israel Dudi Sela. Dua petenis lainnya adalah Gilles Simon (unggulan enam) yang mengatasi Mario Ancic dan Gael Monfils (unggulan 12) yang menundukkan Nicolas Almagro.
Petenis Prancis keempat, Richard Gasquet, akan bermain Sabtu (24/1/2009) malam. Unggulan ke-24 itu akan mencoba melayani tantangan finalis tahun 2007, Fernando Gonzalez asal Cile.
"Ini waktu bagi kami. Jika tidak bisa sekarang, maka tidak akan pernah," seru Simon sebagaimana diwartakan Reuters.
Simon mengaku percaya diri dengan peluang rekan-rekan senegaranya, yang sudah berteman akrab semenjak mereka masih bocah, setelah melihat kiprah Tsonga tahun lalu.
"Kami tahu kami semua adalah petenis yang bagus. Tetapi tak satu pun yang lebih baik dari yang lain. Melihat dia (Tsonga) ke final, itu sangat bagus bagi kami dan kepercayaan diri kami," lanjut pemuda berumur 24 tahun itu.
"Akhirnya kami bisa melihat bahwa kami bisa melakukannya. Itulah mengapa saya berpikir kami memiliki tahun yang hebat tahun lalu," kata petenis peringkat delapan dunia itu lagi.
Tetapi pasukan Prancis dipastikan akan berkurang satu orang setelah babak keempat nanti. Simon akan berhadapan dengan Monfils untuk memperebutkan satu tiket ke perempatfinal.
"Saya pikir setiap hari semua dari kita bisa kalah. Tetapi untuk saat ini, kami masih di sini," tuntas Simon.
(arp/arp)











































