Unggulan ketiga asal Rusia ini tampaknya akan melenggang mulus ke perempatfinal Australia Terbuka setelah memenangi set pertama dengan skor 6-2. Namun, Cornet akhirnya bangkit dan merebut set kedua dengan kemenangan 6-2.
Pada set ketiga, Cornet yang baru berusia 19 tahun, langsung melaju dan sempat unggul dengan skor 5-2. Tetapi, Safina Berhasil menguasai lima game terakhir dan memenangi pertarungan di set penentuan ini dengan angka 7-5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bermain seperti pemain junior hari ini, saya beruntung akhirnya bisa lolos," ujarnya seperti dilansir Reuters. "Saya pikir ia belum siap untuk mengalahkan saya. Saya akhirnya bertahan di sana saja."
"Tak ada yang spesial dari yang apa saya lakukan...pada match point saya memastikan kemenangan, tapi semuanya lebih ditentukan oleh unforced error yang dilakukannya."
Adik dari Marat Safin itu juga mengaku tak mengerti apa yang terjadi padanya selama pertandingan. Menurutnya, pikirannya sama sekali tak terfokus pada pertandingan sehingga ia mengharapkan ada orang yang menamparnya agar ia tersadar.
"Saya tahu saya tengah bertanding. Saya hanya tak tahu apa yang sedang saya pikirkan. Seseorang seharusnya menampar saya dengan keras hingga mengguncang sesuatu dan saya sadar kembali."
Pada babak perempatfinal, Safina akan berhadapan dengan petenis non-unggulan yang justru tampil mengejutkan dalam turnamen ini, Jelena Dokic, pada hari Selasa (27/1/2009). Ia mengaku senang dengan keberhasilannya itu. Terlebih lagi, ini merupakan perempatfinal pertamanya di Australia Terbuka.
"Bagi saya, ini adalah pertama kalinya saya melangkah ke perempatfinal. Saya tak pernah meraih hasil yang bagus di sini, jadi saya sangat senang," tukasnya.
(roz/a2s)











































