Seperti dilaporkan situs Reuters, Selasa (3/2/2009), departemen luar negeri AS mengkonfirmasi rencana tim badminton putri AS untuk menerima undangan federasi Iran untuk mengikuti turnamen Iran's Fajr International Badminton, 3-9 Februari.
Delegasi itu terdiri dari delapan pemain, empat pelatih dan manajer. Walaupun di Iran wanita diwajibkan berbusana tertutup, tapi disebutkan bahwa tim AS itu akan tampil dengan kostum normal, yakni kaos dan celana pendek. Sepertinya rencana ini takkan dipermasalahkan karena di Iran, pertandingan putri pun hanya boleh ditonton oleh wanita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan AS dan Iran hingga kini tetap diliputi ketegangan politik. Namun di dunia olahraga mereka relatif cukup "akrab".
Sejak tahun 2006, AS dan Iran saling bertukar atlet. AS pernah mengirim 20 pegulat beserta tim pelatih ke Teheren. Iran membalas dengan mengirimkan 75 atletnya untuk berlaga di kompetisi di AS, di antaranya atlet tenis meja, polo air, dan bola basket.
(a2s/din)











































