Seperti diberitakan sebelumnya, Peer ditolak masuk UEA ketika akan mengikuti Dubai Tennis Championship yang dimulai Senin (16/2/2009). Tak ada penjelasan tentang penolakan itu, tetapi tampaknya itu adalah buntut dari serangan Israel ke wilayah Gaza, Palestina, lebih dari sebulan lalu, yang menewaskan ribuan korban tak berdosa.
Terang saja tindakan UEA tersebut menuai kecaman. Setelah status turnamen tersebut yang akan dievaluasi oleh WTA, kini ATP (penyelenggara tur bagian putra) berniat untuk melakukan hal yang sama untuk Dubai Championship putra yang dimulai pekan depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat yakin bahwa semua pemain dari seluruh agama, etnis dan kebangsaan harus diizinkan bertanding. Kami mendiskusikannya dengan Dubai dan berkeras seluruh pemain harus mendapatkan akses ke turnamen," lanjut Gimelstob.
Situasi serupa dengan Peer bisa jadi menimpa tenis putra. Pasalnya, pasangan ganda putra Israel, Jonathan Elrich dan Andy Ram, juga akan berkompetisi di Dubai Championship.
Senada dengan Gimelstob, kecaman juga dilontarkan oleh petenis AS Mardy Fish. Finalis turnamen San Jose itu bahkan menyebut dilarangnya Peer bermain sebagai hal gila.
"Itu tampaknya tidak waras. Saya pikir WTA dan Tour harus melangkah masuk dan melakukan sesuatu," kata Fish.
Petenis Denmark Caroline Wozniacki juga merilis kecaman serupa. Menurutnya, olahraga dan politik adalah dua hal yang tak sepatutnya dicampuradukkan.
"Dia adalah petenis, bukan politisi dan harusnya ia diizinkan bermain. Dia ingin pergi ke sana sebagai petenis. Itu seharusnya tidak jadi masalah tetapi itulah dunia," sesal Wozniacki.
(arp/roz)











































