Tolak Petenis Israel, UEA Terus Tuai Kecaman

Tolak Petenis Israel, UEA Terus Tuai Kecaman

- Sport
Selasa, 17 Feb 2009 05:37 WIB
Tolak Petenis Israel, UEA Terus Tuai Kecaman
San Jose - Langkah Uni Emirat Arab menolak menerbitkan visa untuk petenis Israel Shahar Peer terus menuai kecaman. Rata-rata, mereka berpendapat bahwa olahraga dan politik tak bisa dicampur.

Seperti diberitakan sebelumnya, Peer ditolak masuk UEA ketika akan mengikuti Dubai Tennis Championship yang dimulai Senin (16/2/2009). Tak ada penjelasan tentang penolakan itu, tetapi tampaknya itu adalah buntut dari serangan Israel ke wilayah Gaza, Palestina, lebih dari sebulan lalu, yang menewaskan ribuan korban tak berdosa.

Terang saja tindakan UEA tersebut menuai kecaman. Setelah status turnamen tersebut yang akan dievaluasi oleh WTA, kini ATP (penyelenggara tur bagian putra) berniat untuk melakukan hal yang sama untuk Dubai Championship putra yang dimulai pekan depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat kecewa mendengar keputusan tentang Shahar Peer dan kami sedang mengamatinya serta sangat menaruh perhatian," ujar anggora Dewan Direktur ATP Justin Gimelstob kepada Reuters.

"Kami sangat yakin bahwa semua pemain dari seluruh agama, etnis dan kebangsaan harus diizinkan bertanding. Kami mendiskusikannya dengan Dubai dan berkeras seluruh pemain harus mendapatkan akses ke turnamen," lanjut Gimelstob.

Situasi serupa dengan Peer bisa jadi menimpa tenis putra. Pasalnya, pasangan ganda putra Israel, Jonathan Elrich dan Andy Ram, juga akan berkompetisi di Dubai Championship.

Senada dengan Gimelstob, kecaman juga dilontarkan oleh petenis AS Mardy Fish. Finalis turnamen San Jose itu bahkan menyebut dilarangnya Peer bermain sebagai hal gila.

"Itu tampaknya tidak waras. Saya pikir WTA dan Tour harus melangkah masuk dan melakukan sesuatu," kata Fish.

Petenis Denmark Caroline Wozniacki juga merilis kecaman serupa. Menurutnya, olahraga dan politik adalah dua hal yang tak sepatutnya dicampuradukkan.

"Dia adalah petenis, bukan politisi dan harusnya ia diizinkan bermain. Dia ingin pergi ke sana sebagai petenis. Itu seharusnya tidak jadi masalah tetapi itulah dunia," sesal Wozniacki.

(arp/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads