Murray menggusur Novak Djokovic dari posisi tiga dunia meski gagal berprestasi di Roma Masters. Sukses ini terjadi lebih karena kegagalan Djokovic menjuarai turnamen yang sama.
"Ini menyenangkan, tetapi adakah perbedaan besar dengan menjadi nomor tiga dunia dan nomor empat? Saya pikir tidak ada," ujar Federer menanggapi hal itu kepada BBC yang dikutip Daily Mail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tentang menjadi nomor satu atau dua, menjadi unggulan teratas, menjadi petenis paling ditakuti. Itulah yang harus dilakukan Andy," imbuh Federer kemudian.
Tahun lalu, prestasi Murray memang mencuat. Petenis Skotlandia berusia 21 tahun itu memenangi Cincinnati Masters dan Madrid Masters serta tahun ini berjaya di Miami Masters.
Pencapaian Murray itu diakui Federer sebagai salah satu prestasi yang sanggup menyaingi raihan dirinya pribadi serta milik Nadal. Tetapi, Murray masih belum komplet tanpa titel Grand Slam.
"Saya memenangi AS Terbuka, Rafa memenangi Australia Terbuka. Murray sayangnya tidak menjuarai Masters Cup di Shanghai. Dia belum memenangi titel besar, meski dia tampil solid di seri Masters," tandas Federer.
(arp/key)











































