Nadal berhadapan dengan Federer di partai puncak di Madrid Masters, Senin (18/05/2009) dinihari WIB. Pertemuan ke-20 kedua rival lama itu berakhir dengan kemenangan Federer dua set langsung, 6-4 dan 6-4.
Untuk Nadal, kekalahan itu bisa jadi cukup mengecewakan. Bukan hanya dipecundangi rival beratnya di Spanyol, yang notabene negerinya sendiri, Nadal juga tak kuasa memperpanjang rentetan selalu menangnya di lapangan tanah liat yang sudah mencapai 33 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Prancis Terbuka sendiri, Nadal punya rekam jejak luar biasa. Di sana dia tak pernah absen jadi jawara sejak tahun 2005. Artinya, petenis rangking satu dunia itu akan berupaya meraih gelar kelimanya di ajang ini.
Lantas, apakah kegagalan di Madrid akan menganggunya melangkah di Roland Garros nanti? Nadal yakin tidak.
"Terkait dengan Paris, (kegagalan di Madrid) ini tak ada artinya, karena akan jadi permukaan yang sama sekali berbeda nantinya," tegas Nadal di Telegraph.
Nadal yang di tiga final terakhir Prancis Terbuka selalu menundukkan Federer yakin kalau di sana, rivalnya takkan semenyulitkan seperti di Madrid.
"Dia lebih baik dariku (di Madrid) dan pantas menang, tapi lapangannya sangat cepat dan itu membantu dirinya. Aku bermain terlalu pendek, membuat terlalu banyak kesalahan dan dia bisa memanfaatkan itu," tegas Nadal. (krs/krs)











































