"Ketika seorang pemain bermain buruk, (ia) pasti kalah. Ini salahku. ...Aku tidak bermain dengan baik dan karena alasan itu aku kalah," ungkap Nadal yang dikutip Yahoosports, usai pertandingan yang dimenangi Soderling dengan 6-2. 6-7, 6-4 dan 7-6, Minggu (31/5/2009).
Kekalahan itu serta merta mematahkan rekor tak terkalahkan Nadal dalam 31 pertandingan sejak memulai debutnya di turnamen tanah merah ini pada tahun 2005.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalah di Paris bukanlah sebuah tragedi. Itu bakal terjadi suatu hari. Inilah akhir perjalanannya dan aku harus menerimanya. Aku harus menerima kekalahanku seperti saat aku menang: dengan tenang," sambung Nadal.
Namun demikian, permainan taktis dari sang lawan yang asal Swedia itu membuat performa Nadal tak bisa berkembang banyak dalam laga itu, dan mengakui tak terkejut akan kemenangan Soderling itu.
"Ia tidak membuatku terkejut karena aku tahu bagaimana permainannya dan seberapa bahayanya dia. Aku tidak bermain agresif," papar petenis peringkat satu dunia itu.
Nadal pun menilai faktor para penonton di Court Phillippe Chatrier, yang terbagi jadi dua kubu, jadi faktor lain tak konsistennya permainan Nadal di laga babak keempat tersebut.
"Mungkin di sisi lain, mereka yang mendukung Soderling lebih banyak dari pendukungku, dan itu sedikit menyedihkan. Namun aku harap ketika aku kembali ke sini mereka dapat mendukungku lebih saat terjadi momen-momen penting," demikian Nadal.
Kemenangan ini juga jadi yang pertama bagi Soderling yang berusia 27 tahun itu, saat melawan Nadal. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Nadal selalu jadi pemenangnya dan pertemuan terakhir mereka adalah pada Wimbledon 2007. (mrp/a2s)











































