Menjadi jawara dalam empat tahun terakhir dengan rekor pertandingan 31-0, Nadal kalah dalam pertarungan empat set atas Robin Soderling dengan 6-2, 6-7, 6-4 dan 7-6. Soderling yang dua pekan lalu kalah 6-1 dan 6-0 atas Nadal di Roma, untuk kali pertama sepanjang karirnya melangkah ke babak keempat turnamen sekelas Grand Slam.
Banyak reaksi muncul menyusul tersungkurnya King of Clay. Namun yang kemudian ramai menjadi perdebatan adalah soal juara baru Prancis Terbuka, yang mengarah pada nama Roger Federer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laga final Madrid Masters, turnamen yang juga digelar di lapangan tanah liat, dia sukses menjadi juara. Bukan sembarang gelar buat petenis Swiss itu lantaran kemenangan tersebut dia dapat atas Nadal, setelah bertarung hanya dalam dua set 6-4 dan 6-4.
Nadal sendiri mengakui kalau Federer adalah petenis yang paling tepat untuk mengisi posisinya sebagai juara Prancis Terbuka. Gelar itu disebut Nadal sebagai balasan atas penantian panjang yang sudah dilakukan FedEx selama ini.
"Itu akan hebat (jika Federer juara). Dia telah berusaha memenanginya sejak lama. Dia berusaha memenanginya sejak bertahun-tahun lalu, dia sangat tidak beruntung kalah di tiga final dan satu semifinal. Jika ada petenis yang layak jadi juara, maka Federer lah orangnya," sahut Nadal di Reuters.
Dalam empat tahun terakhir, Nadal selalu menjadi mimpi buruk Federer di Roland Garros. Setelah dihentikan langkahnya di babak semifinal tahun 2005, tiga tahun berikutnya dia selalu jadi penghalang di babak final.
(din/a2s)











































