Silakan Jadi Juara, Federer

Prancis Terbuka

Silakan Jadi Juara, Federer

- Sport
Senin, 01 Jun 2009 10:47 WIB
Silakan Jadi Juara, Federer
Paris - Dunia tenis terkejut saat Rafael Nadal tumbang di babak ketiga Prancis Terbuka oleh petenis non unggulan. Yang kemudian terbaca dari fenomena janggal ini adalah Roger Federer yang punya kans besar menjuarai Roland Garros pertamanya.

Menjadi jawara dalam empat tahun terakhir dengan rekor pertandingan 31-0, Nadal kalah dalam pertarungan empat set atas Robin Soderling dengan 6-2, 6-7, 6-4 dan 7-6. Soderling yang dua pekan lalu kalah 6-1 dan 6-0 atas Nadal di Roma, untuk kali pertama sepanjang karirnya melangkah ke babak keempat turnamen sekelas Grand Slam.

Banyak reaksi muncul menyusul tersungkurnya King of Clay. Namun yang kemudian ramai menjadi perdebatan adalah soal juara baru Prancis Terbuka, yang mengarah pada nama Roger Federer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau FedEx kini sangat diunggulkan jadi juara, itu bukan hanya dia kini merupakan petenis nomor dua dunia yang sekaligus jadi unggulan kedua di turnamen tersebut. Federer yang di sepanjang tahun ini mengalami penurunan performa yang cukup drastis, dua pekan lalu membuktikan kalau dia punta potensi besar jadi kampiun di lapangan merah Roland Garros, sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.

Dalam laga final Madrid Masters, turnamen yang juga digelar di lapangan tanah liat, dia sukses menjadi juara. Bukan sembarang gelar buat petenis Swiss itu lantaran kemenangan tersebut dia dapat atas Nadal, setelah bertarung hanya dalam dua set 6-4 dan 6-4.

Nadal sendiri mengakui kalau Federer adalah petenis yang paling tepat untuk mengisi posisinya sebagai juara Prancis Terbuka. Gelar itu disebut Nadal sebagai balasan atas penantian panjang yang sudah dilakukan FedEx selama ini.

"Itu akan hebat (jika Federer juara). Dia telah berusaha memenanginya sejak lama. Dia berusaha memenanginya sejak bertahun-tahun lalu, dia sangat tidak beruntung kalah di tiga final dan satu semifinal. Jika ada petenis yang layak jadi juara, maka Federer lah orangnya," sahut Nadal di Reuters.

Dalam empat tahun terakhir, Nadal selalu menjadi mimpi buruk Federer di Roland Garros. Setelah dihentikan langkahnya di babak semifinal tahun 2005, tiga tahun berikutnya dia selalu jadi penghalang di babak final.

(din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads