Saat bertanding melawan Robin Soderling, Minggu (31/5/2009), publik Roland Garos memang tampak tidak memihak Nadal. Sikap penonton itu mendapat 'bahan bakar' lebih ketika Nadal takluk dari Soderling.
Sikap penonton ini mengingatkan insiden serupa yang menimpa Nadal di Paris Master tahun lalu. Akibat menarik diri, petenis 23 tahun itu mendapat cemoohan dari para penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toni yang juga merupakan pelatih Nadal menilai bahwa publik Prancis punya sentimen negatif kepada keponakannya yang sudah menjuarai ajang Grand Slam lapangan tanah liat itu dalam lima tahun belakangan.
"Mereka sendiri yang mempertunjukannya dan itu benar bahwa publik Paris itu bodoh. Saya pikir orang Prancis tidak suka kalau ada petenis Spanyol yang menang," sembur Toni Nadal lagi.
"Menginginkan seseorang kalah barangkali adalah sebuah cara yang keliru untuk menghibur diri. Mereka memperlihatkan kebodohan dari orang-orang yang menganggap diri mereka superior," tukas dia.
Nadal sendiri juga mengaku sedih ketika tahu bahwa para penonton di Roland Garos lebih mendukung Soderling yang 'cuma' berperingkat 23 dunia.
"Turnamen ini sangat penting, sungguh sebuah turnamen yang indah bagi saya. Tapi itulah. Saya cuma berharap ketika saya kembali, mereka dapat lebih mendukung saya di momen-momen kunci," ucap Nadal.
(arp/nar)











































