Adalah Chris Evert figur tenis terakhir yang berkomentar soal tren melenguh tersebut. Sebelumnya, beberapa mantan petenis top yang menentang "polusi suara" ini adalah Martina Navratilova dan Tim Henmann.
Navratilova bahkan menyebut bahwa lenguhan pemain-pemain tertentu sudah kelewatan. "Sudah mencapai tingkatan yang tak bisa diterima. Gampangnya, ini curang. Ini harus dihentikan," ujar petenis kidal legendaris tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melenguh itu hal biasa, tapi nyaringnya suara yang Anda dengar dari pemain-pemain saat ini, dan terutama mereka melenguh lebih kencang ketika memukul bola mematikan, itulah yang saya amati sebagai seorang pemain,β tutur Evert di Sydney, seperti dikutip Reuters, Senin (29/6/2009).
Menurut pengeoleksi 18 titel Grand Slam itu, seringkali lenguhan dikeluarkan justru sebelum bola dipukul. Hal itu dinilai sebagai sebuah cara untuk memperoleh poin, yang paling tidak bisa mempengaruhi konsentrasi pemain lawan atau bahkan ofisial pertandingan.
"Anda pasti terganggu mendengarnya. Dan saya pikir, lenguhan-lenguhan itu makin keras dan nyaring di kalangan pemain-pemain tertentu."
"Lain kali Anda menonton Maria Sharapova, dia itu melenguh secara konsisten, tapi tiba-tiba dia bisa melenguh lebih kencang ketika menyiapkan sebuah pukulan winner."
"Saya tidak mengerti. Mereka bilang, Anda harus melepaskannya ke udara jika memukul bola. Steffi Graf memukul bola seberat satu ton, dan dia tidak melenguh. Banyak pemain lain, para pemukul hebat, tapi Anda tak pernah mendengar suara ciapan dari mereka," papar Evert. (a2s/krs)











































