Kelelahan Pennetta terlihat saat ia turun ke lapangan Lindner Family Tennis Center, Minggu (16/8/2009) dinihari WIB, dengan kaki yang melepuh dan engkel kanannya yang cedera diperban.
Alhasil, tak banyak yang bisa diperbuat Pennetta. Bermain 11 kali dalam 13 hari terakhir membuat petenis Italia itu harus mengakui keunggulan Safina 2-6, 0-6, hanya dalam waktu 56 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu persis rasanya bermain di banyak pertandingan secara beruntun. Saat orang-orang meletakkan tekanan, maka akan berat secara mental untuk menghadapinya," demikian komentar balik Safina tentang Pennetta.
Safina yang di Cincinnati Open diunggulkan di tempat pertama akan menghadapi pemenang pertandingan Elena Dementieva kontra Jelena Jankovic. Ini adalah final kedelapan dari 14 turnamen yang diikuti Safina tahun ini.
"Saya merasa membaik di setiap pertandingan. Hari ini, saat melangkah ke lapangan, saya merasa sangat enak dan percaya diri. Saya merasa sangat enak," tukas petenis Rusia berusia 23 tahun itu.
Pennetta sebenarnya juga tidak perlu terlalu menyesali kekalahan ini. Keberhasilannya menembus semifinal membuatnya akan jadi petenis putri Italia pertama yang masuk 10 besar peringkat WTA pekan depan.
(arp/din)











































