Roddick memulai partai pertamanya di AS Terbuka pada pukul 23.15 waktu setempat, Senin (31/8/2009). Partai yang berlangsung di depan penonton yang relatif tidak banyak jumlahnya itu dia akhiri pada sekitar pukul 00.45, ketika hari telah berganti menjadi Selasa (1/9/2009).
Β
"Ini unik. Anda tahu, mungkin tak banyak orang yang ada saat ini, tapi mereka benar-benar berisik," ucap si petenis unggulan lima di Reuters.
Roddick cukup kagum melihat masih ada penonton yang bertahan sampai dengan tengah malam. Dia pun tak ragu mencap mereka sebagai kalangan penggila tenis di AS Terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang itu pukul satu. Aku jamin mereka besok harus bekerja. Mereka pastinya harus bangun lebih dulu daripada aku. Ini cukup unik dan keren," tutur Roddick yang di partai ini juga didukung langsung sang istri, Brooklyn Decker, dari kursi penonton.
Menurut Roddick, nuansa-nuansa semacam itulah yang bikin setiap ajang grand slam jadi berbeda satu sama lain dan menarik. "Ini bagian dari permainan kami. Kami tak bermain di permukaan serupa. Kami tak tampil di tempat yang sama. Selalu beda setiap waktu."
"Yang bikin Wimbledon keren adalah tradisi dan warna putihnya. Aku suka itu, aku pikir itu bagus. Aku pikir padanannya di sini adalah sesi pertandingan malam dengan kegilaannya, ini adalah sebuah pertunjukan sekaligus event dan turnamen tenis," simpul Roddick.
Β
Segala keunikan-keunikan yang ada itu pun didorong untuk terus hadir oleh Roddick. "Aku pikir itu yang terbaik buat olahraga kami," demikian dia.
(krs/roz)











































