Ruud Gullit: Italia Mesti Balik ke DNA Catenaccio

Ruud Gullit: Italia Mesti Balik ke DNA Catenaccio

Lucas Aditya - Sepakbola
Selasa, 21 Apr 2026 21:40 WIB
Bergamo , Italy - 26 March 2026; Italy players, from left, Mateo Retegui, Moise Kean, Matteo Politano and Sandro Tonali before the FIFA World Cup 2026 play-off semi-final match between Italy and Northern Ireland at New Balance Arena in Bergamo, Italy
Timnas Italia harus kembali ke gaya bermain catenaccio untuk ke Piala Dunia. (Foto: Sportsfile via Getty Images/Ben McShane)
Jakarta -

Timnas Italia sudah tiga kali beruntun gagal ke Piala Dunia. Gli Azzurri disarankan untuk kembali ke gaya bermain Catenaccio.

Italia gagal ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia & Herzegovina di babak playoff. Setelah imbang sampai tambahan waktu, Italia kalah adu penalti dari Bosnia.

Pembinaan di Italia pun disoal, tapi legenda sepakbola Belanda, Ruud Gullit, mempunyai pandangan lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Italia dikenal dengan gaya permainan pertahanan grendel atau biasa disebut dengan catenaccio. Gullit meminta Italia kembali pada gaya bermain yang mengantarkan mereka meraih trofi Piala Dunia sebanyak empat kali.

ADVERTISEMENT

"Anda harus kembali ke DNA Italia, yaitu bek-bek yang hebat, kiper-kiper yang tangguh, dan penyerang-penyerang yang tajam," kata Gullit seperti dikabarkan oleh Football Italia.

"Trofi terakhir yang dimenangkan Italia sebagian besar berkat jasa Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Itulah DNA kalian, bek-bek terbaik," kata dia menambahkan.

Kendati hat-trick gagal ke Piala Dunia, Italia sempat meraih prestasi tinggi di Euro 2020. Italia juara setelah mengalahkan Inggris di final.

Saat itu, Italia diisi oleh pemain-pemain seperti Giorgio Chiellini, Jorginho, dan Lorenzo Insigne. Salah satu pemain yang masih bertahan dari skuad itu ada Gianluigi Donnarumma.




(cas/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads