Clijsters mengangkat lagi raketnya setelah digantung selama dua tahun, dan dia langsung mendaftar ke AS Terbuka setelah mengikuti dua turnamen pemanasan. Penyelenggara memberinya fasilitas wild card, dan Clijsters pun merajut cerita fantastis babak demi babak.
Puncak cerita itu adalah ketika perempuan Belgia itu menembus final dan kemudian mengalahkan remaja 19 tahun asal Denmark,Β Caroline Wozniacki, dengan skor 7-5 6-3. Clijsters juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tak punya kata-kata untuk yang ini," ujar Clijsters di lapangan dalam seremoni penyerahan piala. "Aku cuma merasa senang bisa comeback dan mempertahankan titelku dari 2005. Ini begitu membahagiakan aku."
Sejak menjuarai AS Terbuka 2005, Clijsters praktis absen tiga tahun di Flushing Meadows. Ia batal tampil di tahun 2006 karena cedera, dan dua musim terakhir absen dalam masa pensiunnya.
Dikatakan Clijsters, memenangi turnamen mayor ini "tidak terlalu direncanakan".
"Tadinya aku cuma ingin memulai tiga turnamen ini untuk mengembalikan irama permainanku, dan juga membiasakan diri lagi dengan suasana turnamen," tukasnya. "Jadi, aku harus berterima kasih pada USTA karena memberika wild card untuk kembali ke sini."
Setelah menerima piala, Clijsters lalu menggendong anak perempuannya yang baru berumur 18 bulan, Jada, untuk berbagi suka cita di depan publik New York. Juga, hadiah uang sebesar 1,6 juta dolar AS masuk ke koceknya.
(a2s/nar)











































