Kepastian tidak adanya petenis Indonesia di ajang tersebut dikatakan oleh ketua umum PB Pelti, Martina Widjaja, menjawab pertanyaan wartawan dalam acara jumpa pers turnamen di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (12/10/2009).
"Kita bisa saja minta itu, tapi malu nggak? Saya rasa kita mesti tahu diri juga, tidak memaksakan diri. Seumpamanya dapat pun, malu nggak nantinya, karena rangking pemain kita terlalu jauh. Nanti-nanti saja, kalau ada seperti Angie (Widjaja) dulu," tutur Martina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CBTC tahun ini digelar dengan sistem berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini format turnamen adalah Round Robin, terdiri dari empat grup yang masing-masing diisi tiga pemain.
Di luar pemain yang akan diundang lewat fasilitas wildcard, 10 petenis yang berpartisipasi adalah mereka yang memenuhi syarat-syarat tertentu, antara lain berperingkat maksimal 20-an, pernah memenangi turnamen internasional Tier III-V di tahun ini, dan tidak mengikuti Sony Ericsson Championships 2009 di Doha akhir bulan ini.
Dikatakan Tournament Director Kevin Livesey, baru dua pemain yang telah dipastikan hadir di Bali, yaitu Anabel Medina Garrigues (Spanyol, peringkat 21 dunia) dan Yanina Wickmayer (Belgia, 24). Adapun daftar lengkap peserta baru akan diketahui pada 26 Oktober.
Beberapa pemain top yang sempat ditawari wildcard adalah Maria Sharapova, Ana Ivanovic, dan Kim Clijsters. Dikatakan Livesey, Sharapova meminta banyak syarat untuk main di Bali, sedangkan Ivanovic masih ingin memulihkan kondisi fisiknya.
"Clijsters sangat antusias untuk ke sini. Dia bahkan sudah sempat membuat video tentang ketertarikan dan minatnya main di Bali. Namun sayang, belakangan dia menghubungi saya dan membatalkan rencananya itu karena ingin berkonsentrasi mempersiapkan diri menghadapi Australia Terbuka," tutur Livesey. (a2s/din)











































