Tahun ini kalender ATP berlangsung sejak awal Januari hingga akhir November. Bagi petenis yang negaranya juga bertarung di final Piala Davis, maka mereka harus bertanding hingga awal Desember.
Beberapa waktu silam jadwal ini mendapatkan kritik dari para pemain. Pasalnya jadwal yang padat membuat mereka tidak maksimal dan rawan cedera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin bisa diberlakukan: petenis menjalani sembilan bulan turnamen wajib. Sementara yang tiga bulan lainnya petenis diberi kebebasan untuk menentukan apakah akan terjun di sebuah kejuaraan atau tidak," ujar petenis asal Spanyol itu kepada Guardian, dilansir dari Tennis Talk.
"Dalam waktu yang tiga bulan itu tetap ada turnamen, namun tidak mempengaruhi peringkat dunia petenis," lanjut Nadal.
Meski begitu petenis nomor dua dunia ini menyadari bahwa idenya tidak bisa diterapkan dengan cepat. "Kita juga harus mempertimbangkan pihak-pihak sponsor. ATP memang ingin melakukan perbaikan jadwal tersebut, namun saya pikir akan lebih baik jika perubahan itu berlaku untuk generasi tenis selanjutnya," tutup Nadal.
(nar/arp)











































