Jadwal turnamen ATP musim lalu bisa jadi merupakan yang paling berat bagi para petenis. Tak pelak, jadwal tersebut dikritik.
"Kami (pemain) cuma memiliki empat-lima pekan sebelum dimulainya musim baru. Padahal setidaknya kami harus memiliki waktu istirahat setidaknya dua bulan. Jadi waktu persiapan itu sungguh sangat sempit," keluh Djokovic seperti dilansir dari Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dapat tawaran untuk ikut serta di pertunjukan teater tentang seorang raja terbesar Serbia yang dibunuh di Prancis. Memang saya tak menyukai bagian itu. Tapi saya terpaksa menolak untuk ambil bagian karena jadwal turnamen begitu padat," keluh Djokovic
Petenis yang juga anggota dewan pemain ATP (ATP Players Council) ini mengatakan bahwa perwakilan pemain akan bertemu dengan pihak otoritas tenis di Australia untuk membicarakan permasalahan jadwal ini.Β
"Kami berusaha untuk berjuang bagi hak-hak pemain. Saya pikir sangat penting bagi publik untuk mengetahui apa yang kami rasakan," tuntas pemain yang tahun lalu pemain menjalani 97 pertandingan ini.
(nar/krs)











































