Zheng Jie, China Pertama ke Semifinal

Australia Terbuka

Zheng Jie, China Pertama ke Semifinal

- Sport
Selasa, 26 Jan 2010 11:58 WIB
Zheng Jie, China Pertama ke Semifinal
Melbourne - China berkibar di Melbourne setelah petenis putrinya, Zheng Jie, berhasil lolos ke babak semifinal Australia Terbuka usai menundukkan Maria Kirilenko di Rod Laver Arena, Selasa (26/1/2010).

Zheng yang tidak diunggulkan itu mengatasi Kirilenko dengan meyakinkan. Dalam waktu 85 menit ia mengalahkan unggulan 14 dari Rusia itu dengan skor 6-1 6-3.

Hasil itu membuat Zheng menjadi ptenis China pertama yang pernah menembus babak semifinal di Australia Terbuka. Ini adalah rekor tambahan buat dia setelah menjadi pemain putri pertama yang mampu lolos ke semifinal Wimbledon (2008) dengan fasilitas wildcard.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Australia Terbuka tidak terlalu "asing" buat Zheng karena empat tahun lalu ia pernah merengkuh gelar juara di nomor ganda putri, berpasangan dengan Yan ZiΒ  -- dan itulah titel Grand Slam pertama yang pernah dimenangi orang China.

Atlet asal Chengdu berusia 26 tahun itu tak memerlukan wildcard untuk tampil di Australia Terbuka tahun ini karena punya peringkat WTA yang memadai (35). Ia memulai aksinya dengan mengalahkan kompatriotnya, Shuang Peng, di babak pertama, lalu berturut-turut menaklukkan Maria Jose Martinez Sanchez, Marion Bartoli dan Alona Bondarenko.

Zheng juga tidak memiliki kendala berarti saat menghadapi Kirilenko, yang bermain dengan rasa sakit di bagian pahanya. Kirilenko tetap menjadi bintang setelah mengandaskan antara lain Maria Sharapova dan Dinara Safina, dan untuk pertama kalinya menembus perempatfinal turnamen Grand Slam.

Zheng berikutnya akan bertemu mantan pemain nomor satu dunia yang baru comeback, Justine Henin, setelah bintang Belgia itu sukses mengatasi Nadia Petrova.

China masih memiliki satu pemain lagi di babak perempatfinal, yaitu Li Na, yang dijadwalkan berduel melawan Venus Williams Rabu besok. Karena tidak ada yang tidak mungkin, bisa saja tercipta All Chinese Final antara Zheng dan Li Na. (a2s/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads