Peluang di Tunggal Putri 50-50

Jelang Piala Thomas-Uber 2004

Peluang di Tunggal Putri 50-50

- Sport
Selasa, 27 Apr 2004 19:13 WIB
Jakarta - Pelatih tunggal putri, Ivana Lie, menyatakan peluang timnya di babak final Uber adalah 50-50. Dukungan penonton adalah faktor yang menjadi nilai plus tim Indonesia. Sejak era Susi Susanti berakhir, Indonesia tak pernah punya lagi pemain putri andalan. Mia Audina, yang diharapkan menjadi pengganti Susi, malah pindah kewarganegaraan usai menikah dengan orang Belanda. Kini tim putri dihadapkan kepada turnamen dua tahunan yang sangat bergengsi, Piala Uber. Dalam turnamen pemanasan terakhir, Kejuaraan Asia, tunggal putri berguguran di babak pertama. Silvi Antarini kalah dari Jun Jae-youn asal Korea. Maria Kristin menyerah dari Chen Lanting, sedangkan Adrianti Firdasari ditaklukkan Kaori Mori dari Jepang. Menilik minimnya prestasi yang ditorehkan atlet-atlet putri Indonesia, tampaknya Indonesia tak bisa berharap banyak. Padahal mereka satu grup dengan terkuat dunia macam China dan kuda hitam dari Eropa Belanda. Melihat kenyataan itu, pelatih tunggal putri Ivana Lee menyatakan bahwa pihaknya hanya menargetkan posisi kedua grup di bawah China. Itupun dengan catatan Belanda tak mampu menunjukkan permainan terbaiknya. "Target per grup setidaknya dapat posisi kedua di bawah China, dan di atas Belanda. Namun berdasarkan peringkat Indonesia masih di bawah Belanda. Bahkan jika Mia Audina tidak bermain kita tetap di bawah Belanda," aku Ivana di Istora, Selasa (27/4/2004). Meskipun berdasarkan peringkat masih kalah, namun demikian Ivana melihat bahwa peluang Indonesia dan Belanda adalah 50-50. Pasalnya Indonesia dibantu fantor tuan rumah sebagai nilai plus. "Tadinya peluang 60-40 untuk Belanda, namun faktor tuan rumah membuat peluang menjadi 50-50," lanjutnya. Alasan mantan ratu bulu tangkis Indonesia itu adalah jika bermain di depan publik sendiri pemain akan lebih bertanggung jawab. Apalagi pemain Indonesia tak perlu beradaptasi lagi dengan iklim atau makanan. "Jika di depan publik sendiri pemain lebih bertanggung jawab. Kita lebih familiar dengan cuaca disini, begitu juga dengan makanan, kita tidak harus mengubah pola makan." Strategi yang bakal dipergunakan oleh tim tunggal putri adalah membangun kekompakan dan persiapan teknis. Untuk persiapan teknis, baik tim Uber maupun Thomas mulai mengadakan latihan rutin sejak pekan ini. Latihan yang selain dipergunakan untuk mengasah kemampuan pemain, juga menjadi sarana adaptasi terhadap pertandingan. Latihan rutin dilaksanakan tiap pukul 8.00 pagi dan 15.00 sore. "Salah satu hal yang paling diperhatikan dua minggu menjelang acara nanti untuk membangun kekompakan tim antar pemain. Persiapan teknis selain latihan rutin juga mempelajari rekaman pertandingan lawan-lawan kami." "Kami latihan pada pukul 15.00 karena pertandingan untuk putri rata-rata dilakukan pada waktu itu," ungkapnya. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads