Jelang Piala Thomas & Uber
Teknologi Tinggi Masuk Istora
Kamis, 29 Apr 2004 16:47 WIB
Jakarta - Pelaksanaan Piala Thomas dan Uber 2004 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 7-16 Mei mendatang ditargetkan menjadi yang terbaik sepanjang sejarah kejuaraan dunia bulutangkis beregu putra-putri itu.Demikian disampaikan ketua panitia Sulistyanto dalam konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (29/4/04). βBiaya tidak terlalu kami pikirkan, kami hanya ingin menjadikan penyelenggaraan kali ini sebagai yang terbaik dalam sejarah Piala Thomas dan Uber,β tegasnya.Untuk itu, lanjut Sulis, pihaknya melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan asing besar yang memiliki pengalaman dalam event-event sejenis bertaraf internasional, termasuk di bidang teknologi. Salah satu pihak sponsor yang digaet adalah PT. Sielitec Cahaya Tunggal Indonesia, salah satu anak perusahaan Siemens di Indonesia. Perusahaan ini mempersiapkan dan menyediakan tata lampu di dalam Istora. Sebanyak 180 buah lampu berdaya 900-1400 watt dipasang dengan jaminan cahaya tidak akan mengganggu jalannya pertandingan.Penyebaran cahaya lampu yang digunakan bersifat asimetrikal, sehingga tidak menyebabkan silau. Selain menghindari gangguan terhadap para pemain, penggunaan lampu jenis ini juga membantu juru foto untuk mendapatkan gambar yang bagus.Panitia juga menyiapkan dua buah layar besar (giant screen) agar penonton yang berada agak jauh dari lapangan bisa lebih menikmati pertandingan. Sedangkan guna memudahkan kerja para wartawan peliput di Media Center, panitia menggandeng Cisco System untuk mengurusi jaringan dan fasilitas internet. Aspek lain yang menggunakan teknologi moderen adalah keamanan, dalam hal ini akses peliputan. Panitia memberlakukan sistem ID card khusus bagi para wartawan. Sistem ID yang dimaksud mengambil contoh dari pelaksanaan Olimpiade Los Angeles tahun 1984. Sistem keamanan yang digunakan disebut Smart 2K Bio, yang merupakan teknologi tercanggih saat ini β dan disediakan oleh PT. Intisari Primula. ID elektronik itu juga dilengkapi dengan sistem sidik jari para pemegangnya."Meski demikian, tangung jawab keamanan tetap dipegang penuh oleh kepolisian," kata Sulis Rastianto. Ia menyebutkan, panitia bekerja sama dengan Polri yang akan menurunkan lebih dari 400 personel, yang sebagian besar dengan berpakaian preman.Sulis menambahkan, nilai sponsorship yang diterima panitia mencapai Rp 5 miliar. Rp 2,7 miliar di antaranya dalam bentuk uang cash, sedangkan sisanya banyak yang berupa barang atau peralatan lain, terutama untuk mendukung fasilitas turnamen. (a2s/)











































