Bertanding di atas lapangan tanah liat Monte Carlo Country Club, Rabu (14/4/2010) dinihari WIB, Tsonga yang diunggulkan di tempat kelima menundukkan Almagro dengan 7-6 (7-5), 7-5.
Di game keempat set pertama, Tsonga sempat memprotes wasit Carlos Bernardes karena menganggap keputusan sang wasit merugikan dirinya. Protes keras Tsonga didukung penuh oleh para penonton di arena.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berhasil mengendalikan temperamennya, Tsonga mulai menguasai permainan. Diwarnai mulai turunnya hujan saat tie break, Tsonga akhirnya menutup set pembuka ini 7-6 (7-5).
Tsonga tampak akan memenangi pertandingan dengan mudah saat unggul 5-3 di set kedua, tapi Almagro mengejar dan menyamakan skor jadi 5-5. Tapi itulah perlawanan pamungkas Almagro karena kemudian Tsonga menutup permainan dengan skor 7-5.
Di babak ketiga, Tsonga berpeluang berjumpa petenis Spanyol lagi, yakni Juan Carlos Ferrero. Namun sebelum itu, Ferrero yang unggulan ke-9 harus lebih dulu mengatasi Benjamin Becker asal Jerman.
"Melihat banyaknya pemain Spanyol yang berada di jalan saya di undian, saya tahu langkah saya akan sulit sejak awal," ujar Tsonga di Reuters. Seperti diketahui, lapangan tanah liat adalah spesialisasi mayoritas petenis putra Spanyol.
Juga melaju ke babak ketiga adalah Cilic. Unggulan keempat asal Kroasia tersebut harus berjuang ekstra keras untuk bisa menyudahi perlawanan petenis berkebangsaan Rusia, Igor Andreev.
Cilic kalah melalui tie break, 7-6 (4-7) di set pertama, tetapi berhasil merebut dua set berikutnya dengan 6-1, 6-4. Cilic selanjutnya akan meladeni pemenang laga Andreas Seppi melawan Albert Montanes.
(arp/krs)











































