Menghadapi China di babak semifinal Piala Uber, Indonesia dibuat tak berdaya. Maria Febe dkk kalah di tiga partai pertama, dan bahkan gagal memenangi satu set pun, dalam laga di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (13/5/2010) malam WIB.
Di laga semifinal tersebut Tim Uber Indonesia memang tak digantungi target tinggi. Dasarnya jelas: Saat ini lima ranking teratas tunggal putri sepenuhnya dikuasai oleh para pemain China, itu belum termasuk status mereka sebagai juara bertahan Piala Uber sejak enam penyelenggaraan terakhir atau dari tahun 1998.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara keseluruhan, pada dasarnya kita realistis. Saat ini untuk bisa mengalahkan China memang masih sangat sulit, namun dari segi permainan, khususnya dua partai pertama, jujur saya mengatakan kurang puas. Karena tidak bermain lepas dan kurang memberikan perlawan secara maksimal," ungkap Djendjen Djaenan Asri pada wartawan.
Maria Febe yang dipercaya turun di nomor perdana memang kalah dengan mudah atas nomor satu dunia, Wang Yihan. Banyak membuat kesalahan sendiri, Febe menyerah 7-21 dan 12-21.
Sementara pada pertandingan kedua, ganda Greysia Polii/Meiliana sempat memberi perlawanan di set pertama. Namun mereka tercecer di set kedua sebelum akhirnya tumbang dengan 17-21 dan 13-21 dari Ma Jin/Wang Xiaoli.
"Perlawanan maksimal hanya bisa diberikan oleh Firda (Adrianti Firdasari). Betul dia kalah, tapi dari segi permainan dan perlawan dia memberikan yang terbaik yang dia punya," sambung Djendjen mengomentari kekalahan 17-21 dan 15-21 yang diderita Firdasari atas Wang Xin. (din/din)











































