Pemain berusia 21 tahun itu adalah rookie di ajang Piala Thomas. Ia baru bermain 21 menit di lapangan, saat mengalahkan pemain Australia Stuart Gomez di pertandingan pertama babak grup, di partai kelima.
Hayom masuk line up lagi saat Indonesia bertemu India di babak perempatfinal dan Jepang di semifinal. Akan tetapi ia tidak bermain karena tim "Merah Putih" mengunci kemenangan lebih awal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Calon lawan yang akan dihadapi anak Kulon Progo kelahiran 22 Oktober 1988 itu adalah Bao Chunlai, yang di daftar peringkat BWF saat ini ada di urutan kedelapan. Adapun Hayom berperingkat 26.
"Kalau diturunkan, saya ingin balas dendam," cetus Hayom kepada wartawan termasuk detiksport, seusai latihan di BSC Sport Center, Kuala Lumpur, Sabtu (15/5/2010) pagi.
Hayom pernah satu kali bertemu Chunlai di Hong Kong Open Super Series 2009. Kala itu ia kalah dua set langsung, 15-21 15-21.
Hayom mengaku pertandingan itu sudah berlangsung setahun yang lalu. Dia merasa permainannya sudah lebih berkembang. Juga, secara fisik dan mental ia merasa siap dimainkan pada final besok.
Soal debutnya, perasaan tegang tentu dirasakan Hayom. Tapi, seiring waktu dan setelah main dan berkeringat, dia mengaku hal itu akan hilang.
Tentang China, ia mengakui tim lawan sangat kuat baik secara teknik maupun fisik. Akan tetapi itu tidak berarti Indonesia dan dirinya sulit menang.
"Saya akan mengeluarkan permainan saya dulu di awal main. Setelah itu selanjutnya kita lihat lagi nanti di lapangan. Yang pasti, kalau diturunkan, saya akan mengusahakan yang terbaik demi negara," tekadnya.
(a2s/krs)











































