Menegpora Tekankan Pentingnya Regenerasi di Bulutangkis

Menegpora Tekankan Pentingnya Regenerasi di Bulutangkis

- Sport
Selasa, 18 Mei 2010 17:32 WIB
Menegpora Tekankan Pentingnya Regenerasi di Bulutangkis
Jakarta - Kegagalan tim Piala Thomas dan Piala Uber menjadi juara salah satunya adalah akibat macetnya regenerasi. Menegpora Andi Mallarangeng kembali menegaskan perlunya regenerasi.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu tim Thomas kalah 0-3 dari China di final. Sementara nasib tim Uber lebih buruk dengan telah tersingkir di semifinal, juga dari China dengan skor 0-3.

Di saat negara-negara lain mulai mengandalkan pemain-pemain muda, Indonesia masih bertahan dengan pemain-pemain lama yang sudah senior. Di bawahnya, tidak banyak pemain muda yang mumpuni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus melakukan pembenahan-pembenahan. Saya sudah bicara dengan Pak Djoko (Santoso, Ketua Umum PB PBSI--red) dan jajaran PBSI, perlu segera melakukan regenerasi pemain bulutangkis kita," ujar Andi seusai mengikuti rapat di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (18/5/2010).

"Taufik Hidayat masih kita pakai juga, padahal sebenarnya sudah sangat senior. Nova (Widianto, pemain ganda putra) umurnya sudah 32, masih kita pakai juga," lanjut Andi prihatin.

Andi berharap PBSI segera menelurkan pemain-pemain muda yang bisa jadi andalan Indonesia di masa mendatang. Politisi Partai Demokrat itu berharap, dengan regenerasi maka dua tahun mendatang tim 'Merah Putih' tidak kekurangan stok pemain.

"Itu berarti ada kekosongan prestasi di kalangan generasi yang lebih muda. Ini harus diperbaiki, sehingga dua tahun lagi mestinya sudah muncul pemain-pemain lapis berikutnya untuk menggantikan lapis teratas seperti Taufik, Nova, dkk," tutup Andi.


(arp/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads