Seperti diketahui, akhir pekan lalu tim Thomas kalah 0-3 dari China di final. Sementara nasib tim Uber lebih buruk dengan telah tersingkir di semifinal, juga dari China dengan skor 0-3.
Di saat negara-negara lain mulai mengandalkan pemain-pemain muda, Indonesia masih bertahan dengan pemain-pemain lama yang sudah senior. Di bawahnya, tidak banyak pemain muda yang mumpuni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Taufik Hidayat masih kita pakai juga, padahal sebenarnya sudah sangat senior. Nova (Widianto, pemain ganda putra) umurnya sudah 32, masih kita pakai juga," lanjut Andi prihatin.
Andi berharap PBSI segera menelurkan pemain-pemain muda yang bisa jadi andalan Indonesia di masa mendatang. Politisi Partai Demokrat itu berharap, dengan regenerasi maka dua tahun mendatang tim 'Merah Putih' tidak kekurangan stok pemain.
"Itu berarti ada kekosongan prestasi di kalangan generasi yang lebih muda. Ini harus diperbaiki, sehingga dua tahun lagi mestinya sudah muncul pemain-pemain lapis berikutnya untuk menggantikan lapis teratas seperti Taufik, Nova, dkk," tutup Andi.
(arp/roz)











































