Tahun lalu Soderling adalah biang keladi gagalnya tercipta final klasik Nadal vs Federer, yang sudah tersaji selama tiga tahun beruntun dari 2006. Gara-garanya, Soderling menundukkan Nadal di babak empat untuk kemudian terus melaju ke final menghadapi Federer.
Soderling kembali membuyarkan skenario "final impian" antara dua petenis putra terbaik dunia itu seiring dengan kemenangannya atas Federer di babak perempatfinal. Kemenangan itu membuatnya kembali jadi pembunuh juara bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan atas Federer ini sekaligus membalas kekalahan Soderling atas si petenis Swis di final 12 bulan lalu. Nah, seiring dengan keberhasilan tersebut, si pria Swedia pun ingin mengulangi capaiannya tahun lalu sekaligus tentu saja menajamkannya.
"Ini kemenangan besar, tapi bukan final. Saya masih punya satu partai lagi untuk dimainkan (agar bisa sampai ke final) dan saya tak mau merayakan dengan berlebihan. Saya ingin fokus ke partai selanjutnya," lugas Soderling.
(krs/roz)











































