Ukiran Schiavone untuk Italia dan Grand Slam

Ukiran Schiavone untuk Italia dan Grand Slam

- Sport
Minggu, 06 Jun 2010 01:21 WIB
Ukiran Schiavone untuk Italia dan Grand Slam
Jakarta - Kesuksesan menjadi juara Prancis Terbuka membuat Francesca Schiavone tidak hanya mengukir sejarah bagi Italia, namun juga untuk turnamen Grand Slam.

Schiavone menjadi petenis wanita pertama asal Italia yang berhasil menjuarai Grand Slam usai dia memenangi Prancis Terbuka, Sabtu (5/6/2010) malam WIB.

Prestasi Schiavone juga menjadikannya orang Italia kedua yang menjadi juara Grand Slam setelah sebelumnya petenis putra Adriano Panatta menjadi juara French Open 34 tahun silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ukiran sejarah oleh Schiavone belum berhenti di sini. Petenis kelahiran 23 Juni 1980 itu menjadi petenis tertua kedua yang meraih titel pertamanya di Grand Slam. Rekor sebelumnya dicatat atas nama Ann Haydn Jones, juara Wimbledon tahun 1969.

Nama Schiavone juga masuk ke dalam buku sejarah Prancis Terbuka. Petenis yang memiliki forehand mematikan itu merupakan satu-satunya petenis di luar sepuluh besar unggulan turnamen yang berhasil menjadi juara di dalam kurun waktu hampir delapan dasawarsa terakhir. Ada pun di Rolland Garros kali ini, Schiavone merupakan unggulan ke-17.

Dalam langkahnya menuju gelar juara, petenis kelahiran Milan itu menjegal pemain yang menempati posisi unggulan lebih baik dari dirinya seperti Li Na, Caroline Wozniacki, Elena Dementieva, dan juga giant killer Samantha Stosur.

"Saya tidak pernah mempersiapkan apa-apa, sebab ketika saya melakukan persiapan malah kenyataannya apa yang saya inginkan tak saya dapatkan," ujar Schiavone di Reuters.

"Namun kali ini saya merasakan sesuatu yang sangat luar biasa. Saya merasa bagaikan seorang juara. Saya benar-benar senang. Terima kasih semuanya," pungkasnya.


(nar/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads