Berkorban demi Audisi PB Djarum

Berkorban demi Audisi PB Djarum

- Sport
Jumat, 02 Jul 2010 20:30 WIB
Kudus - Audisi PB Djarum adalah ajang untuk mewujudkan impian. Bayu Anggara, misalnya, yang ingin menjadi atlet bulutangkis. Itu mengapa bocah SMP itu rela menempuh seminggu perjalanan demi meraih beasiswa PB Djarum.

Siswa Kelas VII SMP 3 Luwuk, Sulawesi Tengah, ini berangkat bersama bapaknya, Amir Mochtar 23 Juni lalu. Tiba di Surabaya 27 Juni, kemudian menempuh perjalanan darat ke Kudus.

Berapa biaya yang dihabiskan? "Ya kira-kira Rp 3 jutaan. Itu belum ditambah yang di sini (Kudus)," kata Amir yang nge-kos di Jati Wetan Kudus ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah pemerintah setempat membantu pembiayaan? "Sama sekali tidak. Semua biaya sendiri," ungkap lelaki yang berprofesi sebagai sopir ini.

Amir nekat ikut audisi karena anaknya memang berpotensi di dunia bulutangkis. Anaknya, Bayu, juara pertama Porseni, juara 2 tingkat kabupaten, juara 2 kejurda, juara 3 se-Sulteng, dan lain-lain.

"Dia main sejak usia 8 tahun. Gara-garanya, di depan rumah ada lapangan," katanya sambil menatap Bayu yang berdiri disampingnya.

Amir berharap anaknya diterima PB Djarum. "Tadi (audisi) dia menang. Saya optimistis dia masuk," pungkasnya.


(try/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads