Siswa Kelas VII SMP 3 Luwuk, Sulawesi Tengah, ini berangkat bersama bapaknya, Amir Mochtar 23 Juni lalu. Tiba di Surabaya 27 Juni, kemudian menempuh perjalanan darat ke Kudus.
Berapa biaya yang dihabiskan? "Ya kira-kira Rp 3 jutaan. Itu belum ditambah yang di sini (Kudus)," kata Amir yang nge-kos di Jati Wetan Kudus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amir nekat ikut audisi karena anaknya memang berpotensi di dunia bulutangkis. Anaknya, Bayu, juara pertama Porseni, juara 2 tingkat kabupaten, juara 2 kejurda, juara 3 se-Sulteng, dan lain-lain.
"Dia main sejak usia 8 tahun. Gara-garanya, di depan rumah ada lapangan," katanya sambil menatap Bayu yang berdiri disampingnya.
Amir berharap anaknya diterima PB Djarum. "Tadi (audisi) dia menang. Saya optimistis dia masuk," pungkasnya.
(try/krs)











































