Tampil di hadapan publik yang mendukung mereka di GOR Bulutangkis Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (16/10/201) siang WITA, Anneke/Annisa takluk straight set 21-15 21-18.
Di set pertama, Ying/Yu langsung menekan pertahanan Anneke/Annisa dengan kerap mendaratkan pukulan-pukulan smes keras. Tidak hanya smes, bola-bola reli yang diperagakan duet China itu membuat pemain tuan rumah tidak maksimal untuk mengimbanginya dan akhirnya takluk 21-15.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aplaus penonton yang memberikan dukungan penuh terhadap pemain Indonesia tidak menyurutkan nyali Ying/Yu. Tekanan terus dilancarkan keduanya sehingga kembali memaksa Anneke/Annisa menyerah 21-18.
Usai pertandingan, Anneke Feinya Agustine mengakui kekalahannya atas pasangan China.
"Sejak di set pertama, kita memang tertekan. Jadi tertekan sejak awal meski kita sudah berusaha melawan," kata Anneke kepada wartawan.
Dikatakan Anneke, di set kedua, dia bersama Annisa agak kesulitan membaca arah angin di lapangan GOR Bulutangkis Palaran.
"Kesulitan itu dibaca mereka. Tapi yang jelas, kami sudah berusaha yang terbaik," ujar Anneke.
Pertandingan lainnya di nomor ganda campuran mempertemukan partai "perang saudara" antar sesama pebulutangkis Indonesia. Pasangan Liliyana Natsir/Tantowi Ahmad akhirnya ke final setelah menyingkirkan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet, 21-11 25-23.
(arp/arp)











































