Dengan luar biasa, Serbia menundukkan Prancis 3-2 di final yang berakhir hari Minggu (5/12/2010) di Belgrade. Padahal, di dua hari pertama, Serbia dalam keadaan tertinggal 1-2.
Namun berkat perjuangan tak kenal lelah, Serbia membalikkan keadaan. Novak Djokovic membuat skor imbang 2-2 sebelum Viktor Troicki merebut kemenangan untuk memastikan hadirnya gelar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah memastikan diri jadi juara, para pemain, pelatih Niki Pilic dan Presiden Federasi Tenis Serbia Slobodan Zivojinovic memangkas rambut mereka di lapangan. Ini adalah kaul yang sudah mereka ucapkan setelah memenangi semifinal melawan Republik Ceko.
"Ini adalah momen terbaik dalam karir saya dan mungkin yang terbaik buat negara ini. Ini seperti menjuarai Piala Dunia," seru Djokovic yang di level perseorangan pernah menjuarai Australia Terbuka 2008.
Serbia kini bisa duduk setara dengan Kroasia, tetangga yang juga sesama pecahan Yugoslavia yang pernah menjuarai Piala Davis tahun 2005. Persamaannya, Kroasia dan Serbia sama-sama meraihnya dalam status bukan unggulan.
Keberhasilan Serbia menjadi kampiun dengan status non-unggulan ini mengundang pujian dari petenis Skotlandia, Andy Murray.
"Upaya yang luar biasa dari Serbia di Piala Davis. Tidak ada dana, fasilitas yang buruk, tetapi mereka punya hati yang besar, etos kerja dan hasrat untuk melakukan sesuatu yang besar," tulis Murray di akun Twitternya.
(arp/din)











































