Jelang Thomas & Uber 2004
IBF Puji Persiapan Indonesia
Jumat, 07 Mei 2004 00:21 WIB
Jakarta - Kerja keras panitia penyelenggara mempercantik penampilan Istora dan menerapkan penggunaan teknologi tinggi dalam penyelenggaraan Thomas-Uber kali ini membuahkan pujian. Namun keluhan tetap datang dari delegasi asing, utamanya adalah soal jadwal latihan tim Indonesia dan masalah suporter.Pujian terhadap persiapan penyelenggaraan Thomas-Uber kali ini diungkapkan oleh perwakilan dari pihak IBF (International Badminton Federation) Andrew Ryan dalam konferensi pers βThomas-Uber Cup 2004 di Hotel Hilton, Kamis (6/5/2004). Menurut Ryan, kredit khusus patut diberikan kepada keseriusan Indonesia membangun fasilitas penunjang turnamenβseperti media centerβdan mempersiapkan keamanan hingga para peserta merasa aman berada di Indonesia. βSeperti kita ketahui Thomas dan Uber cup kali ini menggunakan peraturan yang baru. Indonesia patut diberikan penghargaan khusus karena secara nyata telah mempersiapkan Thomas dan Uber dengan standar penyelenggaraan yang sangat baik,β ujar Ryan. βPembangunan fasilitas dan media center serta pengamanan menunjukkan keseriusan Indonesia untuk melakukan yang terbaik, dan mereka patut dipuji untuk itu,β lanjutnya. Sebelumnya, panitia penyelenggara (panpel) yang diwakili oleh ketua pelaksananya G. Sulistyanto menyatakan bahwa pihaknya sangat concern dengan aspek keamanan yang sangat dikhawatirkan oleh para peserta turnamen dua tahunan itu. Pihak panitia sendiri telah bekerjasama dengan pihak kepolisian Indonesia untuk memberi pengamanan maksimal bagi para delegasi. Sementara soal media center yang sudah memenuhi standar internasional, Sulis menyatakan bahwa booth khusus untuk wartawan itu menjadi investasi terbesar pihaknya demi mendukung penyelenggaraan turnamen. Oleh karena itu wartawan asing tak perlu khawatir kesulitan dalam meliput penyelenggaraan Thomas-Uber.βAnda tak perlu khawatir, Jakarta aman, Anda bisa bepergian kemana saja dengan aman. Anda juga silahkan menikmati fasilitas media center untuk mencover Thomas dan Uber Cup ini,β ungkap Sulis. Dalam konperensi pers itu terungkap kalau panpel sempat mendapatkan komplain soal jadwal latihan Indonesia yang lebih banyak dari negara lain. Namun menurut pengakuan panpel, pihaknya telah menyelesaikan masalah itu. βItu memang sempat dipermasalahkan oleh negara lain (saat diadakan pertemuan antar ofisial pagi tadi) tapi kemudian kami sudah menyesuaikan jadwal itu, jadi tak ada masalah lagi,β ujar Sulis. Selain masalah jadwal latihan, kebiasaan suporter Indonesia yang cenderung berlebihan mendukung tim kesayangannya juga menjadi perhatian. Meskipun tak menyalahi aturan, namun dukungan berlebihan pendukung tak jarang mengganggu konsentrasi pemain. Untuk yang satu ini, panpel menyatakan bahwa mereka telah meminta bantuan kepolisian untuk menertibkan para pendukung. Namun, hasilnya tak bisa diprediksi sekarang.βKita sudah minta bantuan pihak kepolisian untuk membantu menertibkan penonton, tetapi dengan jumlah hampir 10.000 orang sangat sulit untuk menjamin semuanya akan berjalan baik. Kami hanya bisa berusaha mengatur, selebihnya kita serahkan pada Tuhan,β ujar Sulis lagi.Konperensi pers yang sedianya menghadirkan seluruh delegasi peserta itu sendiri, hanya dihadiri oleh Sulistyanto (perwakilan panpel), Punch Gunawan dan Ryan (perwakilan IBF), dan dua wakil dari negara peserta yaitu Denmark (diwakili oleh tunggal putra Peter Gade Christensen) dan Korea (diwakili oleh manajer tim Park Joo Bong). Para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan latihan di Istora dan lapangan latihan di hall bulutangkis Jl. Asia-Afrika hingga tanggal 10 Mei mendatang. (mel/)











































