Silvi: Saya Terpengaruh Ruina

Thomas & Uber 2004

Silvi: Saya Terpengaruh Ruina

- Sport
Jumat, 07 Mei 2004 18:04 WIB
Jakarta - Hasil yang tidak menggembirakan melawan Cina ternyata memang sudah diperkirakan oleh skuad Merah-Putih. Akan tetapi, mereka bisa pastikan menghadapi Belanda tim INA tetap optimis.Silvi Antarini yang ditundukkan Gong Ruina 11-1, 3-11, 11-3 menjelaskan bahwa ia sudah mencoba bermain sebaik mungkin. Tapi apa daya Gong Ruina selain kaya pengalaman, tekniknya juga jauh di atas dirinya."Saya sudah berusaha dengan baik dan bermain lepas. Tetapi kita realitis, pemain Cina memang lebih bagus dari kita. Yang pasti, melawan Belanda pasti kita main habis-habisan," ujar Silvi usai pertandingan saat ditemui wartawan di Istora Senayan, Jumat (7/5/2004).Sementara mengenai terlepasnya set ketiga dari tangannya, Silvi mengaku bahwa dirinya terbawa oleh aliran permainan Ruina. Jadi permainannya kembali buruk dan harus ditekuk 3-11."Saya terpengaruh lagi dengan permainan dia (Ruina). Padahal di set kedua saya sempat unggul. Entah kenapa permainan saya jadi sama seperti di set pertama," jelas Silvi.Lagipula menurut Silvi, pukulan atlet andalan Cina ini sangat sukar dipatahkan. Ruina mempunya pukulan khas yang bisa menyilang dan sulit untuk bisa dikembalikan."Pukulan menyilang Ruina itu sulit diambil. Dan tidak semua atlet bisa melakukan pukulan yang seperti itu," tandasnya. Sedangkan Jo Novita yang turun di nomor ganda mengungkapkan penyesalan bahwa dirinya gagal menyumbangkan poin. Padahal ia dan Liliana sudah memberikan usaha terbaiknya."Kami sudah berikan yang terbaik, mereka (Cina) rangking pertama dunia jadi wajar saja. Dan kami tidak berniat melepas satu gim manapun, ini udah all out. Kalau melawan Belanda nanti, saya berani prediksi 70-30 untuk kita," ujar Jo.Sementara itu, pelatih ganda putri Paulus Firman menyatakan hasil melawan Cina memang sudah bisa ditebak. Para atlet putri Indonesia tidak mampu berbuat banyak menghadapi Ruina dkk. "Dilihat dari sisi manapun Cina di atas kita. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bermain bagus dan mengeluarkan semua hasil latihan. Saya pikir beban mental setelah kalah dari Cina sepertinya tidak berpengaruh. Kita sudah mempersiapkan sebelumnya, kami siap melawan Belanda," tutur Paulus.Dan pelatih tunggal putri Ivana Lie menjelaskan Silvi bisa tertinggal jauh di set ketiga karena energi anak asuhnya ini banyak terkuras di set kedua. "Kekalahan ini bukan hasil akhir bagi Indonesia tapi ini batu loncatan untuk melawan Belanda. Untuk Maria, dia sudah berusaha terbaik tapi memang Zhou Mi yang bermain luar biasa. Zhou Mi benar-benar menyerang Maria dengan serve pendeknya dan selalu menekan bola ke bawah maka mau tidak mau Maria harus mengembalikannya dengan lob," tandas Ivana.Alasan dipecahnya pasangan Jo Novita/Lita Nurlita merupakan strategi untuk mengahdapi Belanda karena Eny Erlangga di saat-saat terakhir merasakan masalah dibahunya. Dan untuk prediksi Belanda nanti, Ivana yakin pertandingan akan lebih sengit. "Walau mereka punya pemain Cina tapi kualitasnya tidak sebaik dengan lawan kita tadi," imbuhnya. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads