Hospitality Center, Sudut Info Lengkap dan Cantik

Hospitality Center, Sudut Info Lengkap dan Cantik

- Sport
Senin, 10 Mei 2004 16:01 WIB
Jakarta - Setiap tim asing yang menjadi peserta Thomas-Uber tak perlu takut nyasar di Jakarta. Pasalnya telah tersedia Pusat Keramahan, sebuah tempat dimana seluruh pemain, pelatih, maupun ofisial tim bisa berkeluh kesah.Jika anda memasuki lobi lagoon tower Hotel Hilton, dalam sepekan ini, anda menemukan sesuatu yang berbeda di salah satu sudutnya. Untuk kelancaran kebutuhan tim sepanjang perhelatan Thomas-Uber di Jakarta ini, panitia menyiapkan sebuah pusat informasi khusus yang diberi nama hospitality center (pusat keramahan).Ketika detikcom berkunjung ke tempat itu , tampak sedikit kesibukan di sudut yang terdiri dari empat meja yang ditata sederhana itu. Menurut salah seorang Liaisons Officer (LO) yang ditemui disana, sesuai dengan tujuan dibentuknya, tempat ini memang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan tim peserta selama mereka di Jakarta."Tujuan dari dibuatnya hospitality center ini adalah untuk membantu kelancaran kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan atlet setiap kontingen," ujar LO hotel Visi Firman kepada detikcom, Senin (10/5/2004).Untuk melayani kebutuhan mereka, panitia bersiaga selama 24 jam. Jadi setiap tim bisa menyampaikan keluhan setiap saat. "Kapanpun tim membutuhkan bantuan dan informasi, kami siap membantu, 24 jam dalam sehari."Beberapa urusan yang dibebankan kepada panitia yang terdiri dari 20 personil itu adalah segala hal yang berhubungan dengan keperluan di dalam maupun di luar pertandingan. Diantaranya adalah mengurusi jadwal latihan dari 16 tim, persiapan setiap tim menghadapi pertandingan, dan hal-hal yang diluar dugaan."Kebutuhan kecil seperti raket, shuttlekock, wawancara dengan wartawan, atau kalau misalnya mereka mau shopping, kita bisa menunjukkan tempatnya, kalau mereka minta ditemani juga bisa," lanjutnya.Untuk keperluan ini, panitia telah menyiapkan sekitar 20 personil yang bertugas sebagai koordinator LO, LO hotel, LO transport, dan LO tim. Menurut gadis berkacamata itu, LO tim direkrut dari lingkungan kampus melalui rekrutmen terbuka."Mereka (yang mendaftar) akan menjalani seleksi. Persyaratan yang utama adalah dapat berbahasa Inggris. Namun kalau bisa berbahasa lain, itu merupakan nilai plus. Orang yang bisa berbahasa Jepang, bahasa Korea, dan bahasa Mandarin merupakan yang kami cari," ujarnya.Ditanya soal kesulitan selama menangani tim peserta, Visi menyatakan bahwa kesulitan yang mereka alami lebih dikarenakan perbedaan kebudayaan yang ada di tiap negara. "Tiap negara memiliki kebudayaan dan kepribadian tersendiri, jadi ada yang perlu perhatian khusus, namun ada juga yang oke-oke saja," ungkapnya.Yang pasti, pusat informasi yang ada pada tanggal 7-17 Mei 2004 itu akan menjadi pusat informasi yang cukup 'menyenangkan'. Pasalnya selain segala kebutuhan informasi ada, peserta juga akan dilayani oleh para LO yang berparas cantik dan ganteng. Hmm.. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads