Penghormatan Terakhir Kafelnikov di Piala Kremlin
Sabtu, 22 Mei 2004 05:43 WIB
Jakarta - Mantan petenis terbaik Rusia yang sudah mengumumkan pensiun, Yevgeny Kafelnikov, akan mendapatkan penghormatan terakhir secara resmi dari publik tenis dunia pada penyelenggaraan Piala Kremlin bulan Oktober mendatang."Kami berencana untuk menghormati dia (Kafelnikov). Saya pikir dia layak untuk mendapatkan itu," ujar ketua asosiasi tenis Rusia Shamil Tarpishchev seperti dilansir eurosport, Sabtu (22/5/2004). Penghormatan terakhir untuk mantan petenis terbaik Rusia itu digelar dalam turnamen Piala Kremlin bukan tanpa alasan. Kafelnikov memang petenis spesial dalam sejarah turnamen yang tahun ini memasuki tahun kelima belasnya itu.Pemegang medali emas olimpiade 2000 di Sydney itu merupakan pemain yang paling sering menang di Moskow, tepatnya sebanyak lima kali selama kurun waktu 1998-2001. Dengan menjadi juara untuk kelima kalinya tahun 2001, Kafelnikov juga mencatat prestasi menjadi petenis ketiga dalam sejarah tenis modern yang bisa meraih juara di satu turnamen dalam lima tahun berturut-turut. Pencapaian ini hanya bisa disamai oleh pemain legendaris Swedia Bjorn Borg dan petenis Hungaria Balazs Taroczy. Borg memenangkan grand slam Wimbledon berturut-turut sejak tahun 1976 hingga 1980. Sementara Taroczy juara di turnamen Hilversum dari tahun 1978 hingga 1982.Kafelnikov memang boleh didaulat sebagai pemain terbaik Rusia. Terjun ke pro pada tahun 1992, pria berusia 30 tahun itu berhasil menjadi petenis Rusia pertama dalam sejarah yang mampu menempatkan diri di jajaran top 10 setahun kemudian. Ia juga menjadi petenis Rusia pertama, dan satu-satunya hingga saat ini, yang mampu menjuarai turnamen grand slam Prancis Terbuka tepatnya tahun 1996. Koleksi grand slam lain buat pria berambut cokelat ini adalah Australia Terbuka 1999.Namun puncak karirnya adalah kala meraih gelar nomor satu dunia di bulan Mei 1999 dari tangan petenis Amerika Serikat Pete Sampras. Meski hanya bertahan enam minggu, namun menyingkirkan Sampras, yang merupakan fenomena tenis era 1990-an, merupakan prestasi luar biasa. Sayang sejak tahun lalu karirnya merosot tajam. Sebelum memutuskan mudur karena alasan kesehatan, petenis yang telah absen bertanding sejak tujuh bulan lalu itu terakhir berlaga di St Petersburg Terbuka, dimana ia hanya sampai di babak kedua. Sebenarnya Kafelnikov masih memiliki kesempatan untuk berlaga di Kremlin Terbuka dengan fasilitas wild card. Namun menurut penyelenggara turnamen yang digelar 11-17 Oktober itu semuanya tergantung pada kondisi kesehatannya. "Kami akan mengadakan upacara penghormatan buat Kafelnikov. Namun jika ia memutuskan untuk bertanding untuk yang terakhir kali di turnamen ini, kami akan memberinya fasilitas wildcard. Namun sekali lagi, itu sangat tergantung pada kesiapan fisiknya," imbuh Tarpishchev. (mel/)











































