Indonesia melaju ke perempatfinal Piala Sudirman 2011 dengan status juara grup. Indonesia mengantongi dua kemenangan masing-masing atas Rusia dan Malaysia.
"Prestasi tim cukup baik melihat mereka berjuang maksimal. Tanpa senior mereka bisa berjuang dengan baik. Untuk Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet mereka berhasil belajar dan adaptasi lapangan. Lawan Rusia kalah, sementara lawan Malaysia sebaliknya," ujar mantan ratu bulutangkis Indonesia Susi Susanti saat berbincang dengan detikSport, Kamis (26/5/2011) siang WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jepang tidak akan mudah. Jepang punya kekuatan rata di semua sektor. Di turnamen perorangan, pemain Jepang meraih hasil cukup baik," kata peraih emas Olimpiade 1992 itu.
Namun berbeda dengan ketika lawan Malaysia di mana tunggal dan ganda putra kalah, Susi menilai sektor putra punya kesempatan besar untuk mengatasi lawan. Sementara untuk putri dan ganda campuran peluangnya masih fifty-fifty.
"Saya lihat di sini sektor putra memiliki kans lebih besar, di atas angin. Sementara itu putri Jepang juga lebih baik dari putri Malaysia. Tapi bukan berarti itu putri kita kalah. (Ardianti) Firdasari juga pernah menang dan pernah kalah dari Eriko Hirose. Untuk mixed double juga 50:50," lanjut peraih perunggu Olimpiade 1996 tersebut.
Susi menambahkan bahwa ada baiknya Indonesia memenangi game pertama. Sebab di Sudirman Cup XII sejauh ini, tim Merah Putih selalu kalah di partai pertama.
Melawan Rusia ganda campuran Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet takluk di laga pembuka. Sementara menghadapi Malaysia kekalahan di pertandingan pertama diderita ganda putra Alvent Yulianto Chandra/Mohammad Ahsan.
"Laga pertama menentukan langkah berikutnya bagi tim. Menang laga pertama, maka partai kedua kondisinya bisa di atas angin. Berbeda bila ketinggalan terlebih dahulu. Namun saya menyarankan agar pemain positive thinking saja, fokus kepada tugas (pertandingan) masing-masing," kata Susi.
Andai lolos ke babak berikut, maka Indonesia akan bertemu pemenang antara Denmark atau Taiwan. "Seumpama lolos, maka kans Indonesia bisa lebih besar lagi. Kemenangan, motivasi, dan juga keyakinan bakal lebih besar. Tapi fokus ke Jepang dulu saja. Satu-satu aja. Sebab kalau memikirkan hal lain, takutnya konsentrasi agak terbagi," pungkas Susi di ujung sambungan telepon.
===
Foto: Tunggal putra Indonesia Dionysius Hayom Rumbaka bersalaman dengan pemain Malaysia Lee Chong Wei pasca laga di Piala Sudirman (25/5/2011) di Qingdao, China. Berbeda dengan ketika melawan Malaysia, sektor putra memiliki kesempatan besar meraih kemenangan ketika menghadapi Jepang di perempatfinal (Getty Images)
(nar/roz)











































