'Kakak Na' Hadir Membawa Cinta

'Kakak Na' Hadir Membawa Cinta

- Sport
Minggu, 05 Jun 2011 07:15 WIB
Kakak Na Hadir Membawa Cinta
Paris - Tenis bukanlah olahraga yang populer di China. Namun keberhasilan Li Na menjuarai Grand Slam Prancis Terbuka 2011, membuat masyarakat Negeri Tirai Bambu mulai mencintai tenis.

Li Na mengalahkan Francesca Schiavone dalam laga final Prancis Terbuka, Sabtu (4/6/2011) malam WIB.

Ini adalah kali pertama petenis dari China dan juga Asia menjadi yang terbaik di nomor tunggal kejuaraan Grand Slam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak pelak hal ini menimbulkan euforia di negara beribukota Beijing itu. "Ini keajaiban, sebuah langkah terobosan, yang pertama dalam lebih dari 100 tahun sejarah tenis," demikian komentator di televisi milik pemerintah China, mengggambarkan kemenangan Li Na.

Keberhasilan Li Na -- yang di China juga dijuluki "Kakak Na"-- membuat masyarakat di Negeri Tirai Bambu mulai mencintai olahraga tenis.

"China selalu sedikit ketinggalan di kancah tenis, namun kami selalu bekerja keras dan hari ini kami telah memenangi gelar pertama. Sebuah kemenangan yang inovatif," ujar seorang warga bernama Song Qiaosui, seperti dikutip dari Reuters.

"Saya sama sekali tak paham tenis, namun karena Li Na saya menjadi jatuh cinta pada tenis. Saya berharap anak saya akan tumbuh dengan cinta pad tenis, dengan saya menanamkan rasa tertarik itu pad amereka. Kami berharap tenis bisa menjadi bagian dari hidup warga China sejak muda," ujar pengusaha Real estate Di Que.

Li Na bukan hanya seorang atlet, namun juga menjadi salah satu figur panutan di China terutama bagi anak-anak muda. Ia memiliki determinasi yang kuat, murah senyum, kemampuan bahasa Inggris yang baik, rasa percaya diri, dan simbol dari negara yang tengah bangkit.

(nar/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads