Munaslub Siap Digelar, Pengda Belum Ajukan Calon
Selasa, 13 Jul 2004 18:25 WIB
Jakarta - Meski ada dua nama calon yang kabarnya telah mendapatkan dukungan pengda (pengurus daerah), nyatanya panitia pelaksana (panpel) Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa) PBSI mengaku belum menerima satupun pengda yang secara resmi mengajukan surat pencalonan nama jagoannya. Dua nama yang mengemuka menjelang munaslub yang digelar Sabtu (17/7) mendatang adalah Gubernur DKI Sutiyoso dan pemimpin grup surat kabar Jawa Pos Dahlan Iskan. Sutiyoso didukung oleh pengda Jakarta dan diklaim didukung oleh 19 pengda lain. Sementara Dahlan didukung oleh pengda Jatim. Namun meski telah digembar-gemborkan mendapatkan dukungan dari pengda-pengda, nyatanya steering comittee munaslub (panitia pengarah yang bertugas untuk menyaring data calon ketum PBSI) belum menerima surat yang secara resmi mengajukan nama Sutiyoso maupun Dahlan Iskan. Panitia malah mendapatkan nama calon dari berita yang berkembang di media. Akibatnya PBSI harus "menjemput bola." "Belum ada (calon) yang mendaftar langsung, juga belum ada surat resmi dari masing-masing pengda untuk mendukung calonnya," ungkap ketua panpel Mimi Irawan di Gedung KONI, Senayan, Selasa (13/7/2004). "Kita sistemnya jadi "jemput bola", saya tahunya nama dua calon ini (Sutiyoso dan Dahlan Iskan) dari media. Jadi kami yang akan mengirimkan surat undangan dan meminta kesediaan para calon," lanjut Mimi.Surat undangan yang dimaksud Mimi merupakan surat yang meminta kesediaan calon untuk menyertakan data-data berikut: 1) surat pernyataan bersedia menjadi calon ketum PBSI 2004-2008, 2) daftar riwayat hidup (CV), dan 3) visi dan misi. Ketiga data ini harus dikembalikan kepada panpel sebelum rapat persiapan munaslub yang akan digelar hari kamis (15/7) mendatang. Disela-sela penjelasannya Mimi juga memberikan agenda untuk munaslub PBSI yang akan digelar di Golden Balroom Hotel Hilton Jakarta itu. Acara yang rencananya akan dimulai pukul sembilan pagi itu akan dibuka oleh ketua KONI Agum Gumelar dan dengan acara pertama pengangkatan ketua sidang dan laporan mantan ketua umum PBSI Chairul Tanjung. Setelah coffee break, sidang dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi calon, yang masing-masing diberi waktu selama sepuluh menit, dan diteruskan dengan pemilihan ketum PBSI periode 2004-2008. Munaslub ditutup dengan pengetokan palu (tanda berakhirnya munaslub) oleh ketum terpilih. Ketika ditanya kenapa panitia yang akan mengundang 30 pengda dan 305 pengcab PBSI dari seluruh Indonesia tidak disertai dengan acara penyampaian laporan pertanggung jawaban. Meskipun demikian panitia menegaskan kalau mantan ketua umum akan memberikan laporan kinerja dan keuangan. "Tidak acara laporan pertanggung jawaban karena beliau (Chairul Tanjung) kan mundur karena kemauan sendiri. Lagipula ini namanya munaslub bukan munas," tukas Sulistyanto. "Meskipun tak ada pertanggung jawaban, akan ada laporan kinerja dan laporan keuangan. Namun tidak akan ada evaluasi," tandas ketua penyelenggara Thomas-Uber 2004 ini. (mel/)











































