Voting Terbuka Untuk Pimpinan Sidang

Munaslub PBSI

Voting Terbuka Untuk Pimpinan Sidang

- Sport
Sabtu, 17 Jul 2004 16:00 WIB
Jakarta - Belum sampai sesi pemilihan ketua umum, Musyawarah Nasional Luar Biasa PBSI (Munaslub PBSI) sudah berjalan alot. Pemilihan pimpinan sidang diwarnai hujan interupsi dari peserta munaslub.Di Hotel Hilton, Sabtu (17/7/2004), para peserta yang hadir terdiri dari pengurus daerah (pengda) dan pengurus cabang (pengcab) PBSI sempat berbeda pendapat dalam sistem pemilihan pimpinan sidang. Ada yang menginginkan voting tertutup dan sebagian lagi bersikeras dengan voting terbuka.Akhirnya diputuskan voting terbuka. Dalam bursa pimpinan sidang muncul dua nama, yakni ketua pengda Yogyakarta Kusdarto Pramono dan dari pengda Jawa Tengah Sunyoto. Setelah dilakukan pengambilan suara secara terbuka Sunyoto terpilih menjadi pimpinan sidang munaslub PBSI.Sunyoto menang dengan mengumpulkan 206 suara dan Kusdarto hanya mengantongi 143 suara. Sementara 35 suara lainnya abstain. Saat ini, sidang masih membahas tentang tata cara pemilihan suara untuk ketua umum PBSI. Masih belum ditentukan apakah dilakukan tertutup atau terbuka.Sebelumnya, pada pukul 14.00 WIB siang tadi, dua calon ketua umum PBSI Dahlan Iskan dan Sutiyoso masing-masing telah memaparkan visi dan misinya. Dahlan yang menjabat CEO Jawa Pos Grup mengungkapkan keinginannya untuk memfokuskan dana ke pembinaan dibandingkan ke organisasi serta membentuk kepengurusan yang independen dan lebih ramping.Sedangkan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang masih menjabat sebagai ketua umum PB Perbasi (Persatuan Basket Seluruh Indonesia) memaparkan visi dan misinya dengan membuat program jangka kerja empat tahun, yang terdiri dari jangka pendek, sedang dan jangka panjang.Program jangka pendek adalah mensukseskan target medali emas di Olimpiade Athena 2004 dan jangka sedang dengan menargetkan kembali Piala Thomas ke pangkuan Indonesia saat turnamen Piala Thomas & Uber 2006 di Jepang mendatang. Program jangka panjang yakni meningkatkan pembinaan di daerah-daerah dengan membuka pusat-pusat latihan. Tidak hanya itu, membentuk tim pusat yang bertugas memantau dan mencari bibit-bibit daerah berdasarkan bakat dan postur tubuh. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads