Saat Li Na Kesal dengan Popularitas dan Suami

Saat Li Na Kesal dengan Popularitas dan Suami

- Sport
Minggu, 01 Jan 2012 15:02 WIB
Saat Li Na Kesal dengan Popularitas dan Suami
Perth - Li Na mendadak populer usai menjuarai Prancis Terbuka 2011. Namun popularitas itu justru membuat petenis China ini kesal. Belum lagi ditambah dengan "omelan" Jiang Shan, pelatih sekaligus suaminya.

Li mengejutkan dunia setelah memenangi event grand slam yang dihelat di lapangan tanah liat tersebut. Di babak final, petenis berusia 29 tahun ini mengalahkan juara bertahan, Francesca Schiavone, straight set dengan 6-4 7-6(0).

Li menjadi petenis China sekaligus Asia pertama yang berhasil memenangi gelar Grand Slam dalam sejarah. Tak membutuhkan waktu lama, nama Li langsung dikenal tak hanya di dalam negeri saja, namun juga di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, justru popularitas itu membuat penampilan Li menurun. Terbukti usai menjadi kampiun di Rollan Garros, Li beruntun mengalami kegagalan di turnamen-turnamen yang diikutinya

Yang terakhir terjadi di penghujung tahun ini saat Li gagal membawa negaranya melewati hadangan Prancis di babak awal ajang Piala Hopman. Meski sukses mengalahkan Marion Bartoli 2-6 6-2 6-2, namun Negeri Tirai Bambu akhirnya kalah 1-2 usai Richard Gasquet menundukkan Qu Di 6-1 6-3 dan ganda campuran juga menelan hasil negatif.

Diakui Li, popularitas ini menganggu fokusnya. "Setelah turnamen Prancis Terbuka, hidupku berubah. Saat aku bepergian untuk tampil di sebuah turnamen, lebih banyak orang mengenalku," ucap Li seperti dikutip Reuters.

"Aku hanya fokus pada pengambilan foto. Ini sulit setelah memenangi gelar besar, mempertahankan konsentrasi - terlalu banyak pengambilan foto," sungut dia.

Di saat sedang berupaya mengatasi fokusnya yang teralihkan itu, Li juga harus mengatasi "masalah" yang datang dari suaminya sendiri.

Jiang, sering kali mengomeli Li saat berlatih. Barangkali momen yang paling diingat adalah ketika ekspresi jengkel Jiang tertangkap kamera televisi ketika Li melakukan kesalahan di set pertama final Prancis Terbuka.

Saat kemenangan berhasil dipastikan, Li tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Jiang sebelum mengungkapkan kalau mereka sempat bersitegang selama latihan.

"Sungguh buruk, kami selalu bertengkar. Ini berat, dia selalu mengatakan kepadaku 'Gerakkan kakimu, gerakkan kakimu!" Aku berpikir, 'Kenapa kau meneriaki ku?' sambung Li.

"Aku hanya mendengarkan dia selama dua jam dalam sehari sekarang," lanjut dia sembari bercanda. "Aku bilang kepadanya, 'Ketika Aku di lapangan, aku akan mendengarkanmu. Ketika aku tidak di lapangan, kamu yang harus mendengarkan aku"!, tukas petenis rangking lima dunia itu.

Meskipun sukses grand slam cukup merepotkan Li. Namun hal itu tidak membuatnya kapok. Li mengincar trofi Grand Slam yang lain di musim baru ini.

"Ini awal yang sempurna di musim baru dan mendapatkan sebuah jalan yang hebat untuk mempersiapkan diri di Australia Terbuka. Resolusi tahun baruku adalah memenangi titel grand slam lainnya," demikian dia.


(rin/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads