Petenis China berusia 29 tahun itu membuang kesempatan besar ketika mendapat empat kali match point saat tie break di set kedua, tapi gagal mengambilnya. Ia pun kalah dalam laga tiga set, 4-6 7-6 6-4.
Meskipun menjadi pahlawan China setelah memenangi Prancis Terbuka tahun lalu, mentalitas Li Na kerap dipertanyakan di negaranya. Walaupun juga sering bercanda, tapi ia nilai sebagai sosok yang mood-nya mudah naik-turun dan kerap mengutuki dirinya sendiri di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah gagal memastikan kemenangannya di set kedua, Li Na bahkan sempat tertinggal 0-4 di set ketiga sebelum bangkit dan merapatkan kedudukan sampai 5-4. Namun itu tak cukup buat dia untuk menyingkirkan Clijsters, lawan yang menundukkan dia pula di final tahun lalu.
"Selama itu, tentu saja aku tegang. Dan kalau tegang kamu tidak bisa berpikir terlalu banyak, bukan?" sahutnya, dikutip Reuters.
Li yang kelahiran 26 Februari 1982 -- bershio anjing -- , tidak mendapatkan keberuntungan di hari terakhir Tahun Kelinci. Besok ia akan merayakan Tahun Baru China sebagai seseorang yang baru saja tersingkir dari Melbourne Park.
"Tahun naga dimulai besok, bukan hari ini," sergah Li menjawab pertanyaan seorang wartawan tentang apakah tahun mendatang akan lebih membawakan "kesuksesan" buat dia.
"Semua orang belajar banyak hal berbeda," tukas dia saat ditanya soal apa yang telah dipanen dia di tahun kelinci.
"Apakah setelah itu kamu menangis?" tanya seorang jurnalis lain dengan nada lembut.
"Pertanyaan selanjutnya," respon pemain nomor enam dunia itu, dan airmata justru mulai menetes dari matanya.
Li lalu terisak-isak dengan tangan memegangi kepalanya. Seorang petugas lalu maju da menyatakan bahwa sesi konferensi telah selesai. Li Na lalu keluar meninggalkan ruangan.
(a2s/a2s)











































