Susi Susanti mengkritik lambatnya upaya regenerasi pemain-pemain bulutangkis Indonesia yang menjadi tanggung jawab PB PBSI. Untuk regenerasi perlu perencanaan yang jelas.
Hal itu dikatakan Susi kepada detiksport, Kamis (24/5/2012), menyoal kegagalan tim putra dan putri Indonesia di Piala Thomas-Uber yang masih berlangsung di Wuhan, China. Pasukan "Merah Putih" dihentkan tim putra dan putri Jepang 2-3 di babak perempatfinal kemarin.
Rendahnya tingkat regenerasi pemain sudah berkali-kali disepakati sebagai salah satu penyebab utama kemunduran prestasi Indonesia di tingkat dunia. Susi pun tak menampik bahwa proses itu tidak berjalan dengan cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastinya semua pihak, baik itu pemain, pelatih, maupun pengurus, harus bertanggung jawab karena satu sama lain saling bersangkutan. Harus dilakukan evaluasi untuk semuanya," tegas salah satu pebulutangkis terbaik dunia dalam sejarah itu, yang juga peraih emas Olimpiade Barcelona 1992.
(a2s/roz)











































