Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis

Buruk, Mental Pemain Indonesia di Saat Kritis

- Sport
Kamis, 24 Mei 2012 21:32 WIB
Jakarta - Indonesia meraih hasil buruk di gelaran Piala Thomas-Uber 2012. Faktor mental dan melesetnya perhitungan tim dinilai sebagai penyebab kegagalan tim "Merah Putih".

Langkah tim Thomas dan Uber Indonesia sama-sama terhenti di babak perempatfinal. Baik Taufik Hidayat dkk. maupun Adrianti Firdasari cs dikalahkan oleh Jepang di babak perempatfinal Rabu (23/5/2012) kemarin.

Khusus bagi tim putra, kegagalan ini jadi catatan terburuk sepanjang keikutsertaannya di Piala Thomas. Sebelumnya Indonesia juga tak pernah kalah dari Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pasti saya prihatin dengan kegagalan tim kita, terutama tim Thomas. Karena baru pertama dalam sejarah kita kalah dari Jepang. Biasanya juara dua saja sudah disebut gagal, kali ini kalah di 8 besar," ujar mantan pemain Susi Susanti, saat dihubungi oleh detikSport, Kamis (24/5/2012) siang WIB.

"Kegagalan tim kita secara umum karena pada saat poin-poin kritis kita kalah berani dan kalah kuat," sambung eks pebulutangkis yang ikut mengantar Indonesia meraih Piala Uber di tahun 1994 dan 1996 itu.

"Di samping itu ada beberapa prediksi yang kita anggap bisa menyumbang poin justru kalah," imbuhnya.

Susi berharap kegagalan Indonesia tak berlanjut di Olimpiade 2012. Ia berharap pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bisa mempertahankan tradisi emas Indonesia.

"Untuk Olimpiade, saya masih berharap kita bisa mendapatkan emas dari ganda campuran kita Tontowi/Liliyana," tutupnya.

(a2s/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads