Olimpiade 2004
Perjuangan Taufik Berbuah Emas
Sabtu, 21 Agu 2004 21:33 WIB
Jakarta - Taufik Hidayat akhirnya berhasil merebut medali emas pertama Indonesia. Di final Taufik mengalahkan pemain Korea Shon Seung Mo 15-8 15-7, sekaligus mempertahankan tradisi emas bulutangkis di Olimpiade.Penampilan Taufik di lapangan sangat luar biasa. Meski dirinya tidak diunggulkan menghadapi Seung Mo yang merupakan unggulan ketujuh, Taufik mampu tampil lebih dominan. Awal set pertama Seung Mo bermain cukup agresif. Bahkan pemain yang mengalahkan pemain Indonesia lainnya Sony Dwi Kuncoro di babak semifinal itu mampu unggul 7-1. Namun Taufik yang pernah mencapai babak perempat final Olimpiade 2000 Sydney, perlahan-lahan mampu membaca permainan lawan. Dengan penempatan bola yang akurat, Seung Mo dipaksa bekerja keras untuk menjangkau shuttle cook.Pelan tapi pasti Taufik mulai mengejar ketinggalannya. Hebatnya lagi dari ketinggalan 1-6, pemain asal Bandung ini mencapai poin 14 tanpa memberikan kesempatan lawan untuk menambah angka.Pada kedudukan 14-7 servis sempat berpindah sekali dan menambah satu angka untuk Seung Mo. Namun pada game point kedua, Taufik tidak membuag kesempatan. Satu pukulan kerasnya ke bagian belakang tidak mampu dikembalikan dengan baik oleh Seung Mo.Pada set kedua Seung Mo kembali mencoba mendahului serangan. Seperti set sebelumnya, pemain Korea meraih angka terlebih dahulu. Namun kali ini Taufik tidak membiarkan dirinya tertinggal jauh. Setelah tertinggal 0-3, pemain asuhan Mulyo Handoyo itu kembali membalikan keadaan hingga 12-3.Menjelang poin-poin penting Taufik sempat beberapa kali melakukan kesalahan sendiri. Hal ini tentu menguntungkan pemain Korea yang kemudian mendapat tambahan hingga lima angka. Tetapi lagi-lagi Taufik menunjukkan kematangannya sebagai pemain. Match point pertama yang didapatkannya pada kedudukan 14-7 langgsung dimanfaatkan dengan maksimal. Satu smes keras ke sebelah kiri pertahanan, tidak mampu di kembalikan Seung Mo.Setelah poin terakhir, Taufik tampak tidak mampu menahan tangis kebahagiaannya. Dalam dekapan pelatih Mulyo Handoyo, Taufik menumpahkan isak tangisnya hingga tersedak-sedak. Bahkan suasana di Goudi Olympic Hall turut terbawa dalam suasana haru dan meriah.Di pinggir lapangan tampak Ketua Umum PB PBSI Sutiyoso beserta Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar juga turut memberikan selamat kepada Taufik, atas keberhasilannya mempertahankan tradisi emas bulutangkis Indonesia. Dengan demikian saat ini Indonesia sudah mengumpulkan satu emas, satu perak dan dua perunggu. (lom/)











































