'Hairdryer' di sini adalah sebuah metafora dari para 'Fergie's Babes' alias anak buah Fergie di Manchester United untuk menggambarkan betapa berisiknya bos mereka jika sudah sewot. Dari sekian banyak cerita menarik tentang 'Fergie's Hairdryer', cerita tentang Louis Saha cukup menggelitik.
Syahdan, 2004 lalu, MU bertemu Everton di Premier League. Laga tersebut adalah laga kedua bagi Saha sejak diboyong ke Old Trafford dari Fulham. Performa Saha begitu impresif di pertandingan itu. Penyerang Prancis tersebut sukses mencetak dua gol di babak pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi Fergie bukanlah orang yang mudah senang. Dalam rentang 25 tahun melatih MU, sudah banyak cerita yang mengisahkan betapa sulitnya membuat opa 70 tahun itu sumringah.
Saat itu Saha tengah asik berselonjor di bangku ruang ganti untuk melemaskan badan. Ketika ia tengah menikmati suasana tersebut, tiba-tiba ada suara keras yang memekakkan telinganya. Sontak ia terbangun. Ternyata suara Fergie.
Apa sebab-musabab Fergie kesal, padahal Saha sukses mencetak dua gol?
"Dia sangat marah karena saya melewatkan beberapa peluang bagus untuk menambah gol. Terlebih Everton sempat menyamakan kedudukan menjadi 3-3," ujar Saha kala itu, memberikan alasan.
Begitulah Fergie. Ia memang tak toleran terhadap kelalaian. Ia bukan tipe pelatih jenis Zdenek Zeman yang bisa dengan lantang berucap, "Jika tim kami kebobolan tiga gol, kami tak peduli sebab kami akan mencetak lima gol".
Maka ketika Fergie datang ke Arthur Ashe Stadium di New York untuk menyaksikan AS Terbuka, tak heran jika Murray merasa seperti sedang diawasi oleh seseorang laki-laki tua yang terlihat tampak seperti sedang membawa 'hairdryer'.
"Saya melihat laki-laki itu (Fergie) di bangku penonton. Lalu saya memompa semangat saya di set kelima, dan hal tersebut terbukti menolong saya," kata Murray sesaat setelah melihat Fergie.
"Bangga rasanya dapat bertemu dengan orang seperti Tuan Alex, keren. Itu akan menginspirasi anda."
Dan benar saja, Murray akhirnya mengandaskan perlawanan Novak Djokovic kala itu dalam duel lima set 7-6 (10), 7-5, 2-6, 3-6, dan 6-2 selama hampir lima jam. Kemenangan yang bisa jadi timbul karena ia takut bakal disemprot di-'hairdryer'-kan Fergie jika kalah.
Selesai pertandingan, Fergie tak lupa memberi ucapan selamat kepada Murray. Baginya, Murray sudah menunjukkan seperti apa karakter seorang juara sesungguhnya.
"Saya benar-benar merasa bangga kepada anak itu karena telah bekerja keras demi kemenangannya. Dia jelas seorang petenis top, dan ketika hal tersebut dibutuhkan, ia berhasil menunjukkannya."
"Bagi saya, pertandingan tadi adalah ujian sesungguhnya untuk seorang juara. Suatu kehormatan bisa menontonnya. Ini benar-benar malam yang istimewa."
Tetapi, di balik sosoknya yang keras, Fergie ternyata juga orang yang mudah tegang. Ketika menyaksikan pertandingan Murray-Djokovic tersebut, Fergie mengaku sempat "sport jantung" melihat rally antara keduanya.
"Pertandingan tadi sungguh menegangkan dari pertandingan di Premier League. Saya biasanya mampu menghadapi situasi seperti ini, tapi malam ini tidak."
Well, lantas bagaimana tegangnya pemain-pemain yang pernah kena 'hairdryer' Fergie, ya?
==
*Dari berbagai sumber*
(a2s/krs)











































