Nadal Berharap Brasil Bawa Berkah Lagi Buat Kariernya

Nadal Berharap Brasil Bawa Berkah Lagi Buat Kariernya

Andi Abdullah Sururi - Sport
Senin, 18 Feb 2013 10:53 WIB
Nadal Berharap Brasil Bawa Berkah Lagi Buat Kariernya
REUTERS/Paulo Whitaker
Sao Paulo -

Rafael Nadal memenangi trofi pertamanya sejak Juni 2012 setelah menjuarai turnamen Brasil Terbuka di Sao Paulo. Negara Samba itu menjadi berkah tersendiri dalam upayanya comeback.

Tampil di final melawan David Nalbandian, Nadal menang dua set langsung 6-2 6-3, Senin (18/2/2013) dinihari WIB. Sempat tertinggal 0-3 di set pertama, ia menyudahi pertandingan hanya dalam waktu 78 menit.

Ini adalah turnamen keduanya setelah pulih dari cedera. Pada turnamen comebacknya di Chile minggu lalu, petenis kidal dari Spanyol itu juga masuk final, tapi dikalahkan Horacio Zeballos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengoleksi 11 titel Grand Slam itu mengaku masih dalam proses pemulihan dari cedera paha yang berkali-kali menyergapnya. Itu sebabnya ia memilih tampil di Brasil karena turnamen clay court adalah favoritnya.

Nadal pernah menjuarai turnamen di Sao Paulo di tahun 2005, di tahun ketika figurnya mulai melejit ke level top, antara lain dengan memenangi Prancis Terbuka pertamanya. Di sepanjang tahun 2005 Nadal meraih 15 gelar juara dan menduduki peringkat ketiga dunia.

"Brasil akan selalu di hatiku. Ini kali kedua aku berada di sini," tutur pria 26 tahun itu kepada fans seusai pertandingan final.

"Di 2005, hal-hal besar mulai terjadi buatku setelah menang di sini. Dan kuharap kali ini juga begitu, bahwa ini awal sesuatu yang bagus," sambungnya dikutip Reuters.

Sejak terakhir kali mengangkat piala, yaitu di Roland Garros di Juni 2012, Nadal mengalami periode yang berat. Dari peringkat pertama ia saat ini berada di urutan kelima.

Walaupun mengaku kondisi lututnya belum 100 persen pulih, Nadal berencana melanjutkan comeback-nya dengan mengikuti turnamen Meksiko Terbuka di Acapulco bulan depan. Target terbesarnya adalah mengikuti Prancis Terbuka di bulan Mei.

Sementara itu, Nalbandian harus menunda dahaga gelarnya setelah dikalahkan Nadal. Mantan petenis nomor 3 dunia asal Argentina itu belum pernah lagi jadi juara sejak 2010.

Nalbandian saat ini ada di peringkat 93, setelah sempat diturunkan ke posisi 150 gara-gara menendang papan reklame dan mencederai seorang hakim garis di pertandingan turnamen Queens's Club Juni tahun lalu.

(a2s/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads