Ketika mengalahkan pemain tunggal India Senin kemarin, Lindaweni Fanetri memakai raket yang gagangnya berwarna merah muda. Itulah raket kesayangan dia sejak tiga tahun lalu.
Hal itu diungkapkan Linda saat berbincang-bincang dengan detiksport di sela-sela latihan tim Indonesia di Sport Arena Sentosa, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (22/5/2013) pagi.
Latihan tersebut dilakukan sebagai persiapan pertandingan Indonesia melawan China di babak perempatfinal Piala Sudirman 2013 besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya nih, raketnya robek. Terpaksa tidak dipakai lagi," kata Linda sambil memasukkkan raket tersebut ke dalam tas.
Dituturkan pengidola Verawaty Fajrin, Susi Susanti dan Sarwendah itu, ia hanya memiliki enam raket koleksi, satu di antaranya hampir selalu ia gunakan saat pertandingan.
"Aku punya satu raket yang paling aku suka," ujar Linda sambil menunjukkan raket bermerek Yonex yang gagangnya berwarna pink.
"Dari Asian Games (2010) sampai sekarang tidak pernah ganti. Kemarin waktu lawan India aku pakai juga. Dulu pernah ada yang enak, tapi sudah rusak. Sekarang yang raket ini paling nyaman," ungkapnya.
Di pertandingan melawan pemain India, P.V. Shindu, ia menang dua set langsung, 21-15 21-10. Di laga kedua Indonesia melawan China, Linda tidak diturunkan. Tunggal putri yang dipilih tim adalah Aprilia Yuswandari.
"Kenapa suka? Karena paling nyaman ditangan. Paling pas dan enak waktu digenggam. Jadi mainnya enteng. Faktor berat juga sih, raket ini sangat ringan. Kalau cowok kan biasanya yang berat tidak masalah," jelasnya.
Linda saat ini tercantum di peringkat 15 dunia di daftar BWF. Salah satu prestasi terbaik Linda adalah saat menjuarai Syed Modi International India GPG 2012, dengan mengalahkan Shindu di final. Anggota tim Piala Uber Indonesia 2012 ini juga menjadi finalis di Chinese Taipei Open 2012 dan Vietnam Open GP 2012.
(ads/a2s)











































