"Semua konsep kami ikuti menyesuaikan dengan teori yang ada. Hanya memang mohon maaf masalah gedung, baru kali ini GOR tidak memakai Air Conditioner (AC)," kata Mimi ketika ditemui di Cipayung, Rabu (4/9/2013).
Terkait ketiadaan pendingin ruang tersebut, pihak penyelenggara sudah berkonsultasi dengan Badminton World Federatinon (BWF). Hasilnya, BWF tidak mempermasalahkan venue pertandingan tidak dilengkapi AC, meski panitia tetap berinisiatif dengan menyiapkan pendingin di ruang tunggu atlet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita sebagai tuan rumah ingin melaksanakan event semaksimal mungkin, dan kita juga harus menunjukkan itikad baik kita, walau sebenarnya hal ini tidak masalah. Kita coba berikan yang terbaik demi nama negara kita Indonesia," tambahnya.
Beberapa atlet pelatnas yang akan berpartisipasi di event tersebut mengaku tak mempermasalahkan ketiadaan pendingin udara. Tommy Sugiarto, misalnya, dia menyebut tak ada AC tak mengapa asal dirinya bisa berlatih.
"Engga masalah bermain tanpa ada AC, yang penting jangan ada asap rokok saja," timpal Greysia Polli sambil tersenyum.
GOR Sasono Among Rogo memiliki kapasitas 4.500 penonton, dengan menyediakan lima lapangan berstandar internasional. Di tempat itu nantinya akan ada sekitar 300-an atlet dari 16 negara bakal hadir meramaikan turnamen Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix (GP) Gold 24-29 September 2013. Selain merebut gelar juara, para peserta juga memperebutkan hadiah total 120 ribu dollar AS.
(mcy/din)











































