Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah di final Indonesia Grand Prix Gold dari Praveen Jordan/Vita Marissa. Tontowi mengaku memang tampil tidak maksimal sehingga melakukan banyak kesalahan sendiri.
Dalam pertandingan final di GOR Amongrogo, Minggu (29/9/2013) siang WIB, pasangan juara dunia itu kalah dalam pertandingan tiga gim 20-22, 21-9, 14-21 dalam waktu 49 menit.
Di gim pertama mereka sempat mendapat game point di posisi 20-18. Namun kesalahan beruntun yang dilakukan Tontowi membuat Praveen/Vita berbalik unggul dan merebut gim pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hari ini memang tampil di bawah performa terbaik. Saya juga melakukan banyak kesalahan sendiri," aku Tontowi usai pertandingan.
Sementara itu, Liliyana sudah memprediksi jika pertandingan melawan Praveen/Vita tak akan berjalan mudah. Di pertemuan terakhir di Singapura Super Series 2013, mereka menang lewat pertandingan tiga gim.
Namun Liliyana juga tak menampik bahwa penampilan Tontowi yang kurang maksimal menjadi salah satu faktor kekalahan mereka.
"Di gim pertama saat kami unggul 20-18, Owi melakukan empat kesalahan beruntun. Itu fatal," kata Liliyana.
"Vita juga pemain berpengalaman, jadi tahu kalau Owi sedang tidak maksimal. Juara dunia tidak boleh seperti itu. Owi harus introspeksi," lanjut pemain yang akrab disapa Butet itu.
(nds/a2s)











































