Pertandinga antara kedua pasangan di Hong Kong Coliseum, Sabtu (23/11/2013), berlangsung ketat. Namun setelah bertanding selama 46 menit, Ahsan/Hendra harus mengakui keunggulan Lee/Yoo 20-22, 20-22.
Dengan hasil ini, Lee/Yoo memperlebar keunggulan head-to-head dengan Ahsan/Hendra menjadi 3-0. Pada turnamen Denmark Terbuka Superseries Premier 2013 di Odense dan China Terbuka Superseries Premier 2013 di Shanghai, Ahsan/Hendra juga ditaklukkan Lee/Yoo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ahsan/Hendra sudah menemukan pola pas untuk meredam Lee/Yoo, tadi sudah diterapkan dan berhasil. Hanya, Ahsan/Hendra kurang beruntung, di gim pertama dan kedua sudah unggul tapi membuat kesalahan sendiri, kata pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi, dalam rilis yang diterima detikSport.
Sementara itu, Hendra mengatakan bahwa dia dan Ahsan memang terlalu terburu-buru saat mengungguli Lee/Yoo di gim pertama dan kedua. Beberapa kali terlihat pasangan nomor satu dunia itu gagal menyeberangkan bola atau pengembalian mereka keluar arena pertandingan.
"Kami terlalu terburu-buru, sehingga banyak mati-mati sendiri. Tetapi seperti yang disebutkan pelatih, kami sudah menemukan cara bermain yang pas untuk melawan mereka. Soal stamina juga tidak ada masalah, walaupun di perempat final bermain ketat," jelas Hendra.
"Setelah ini kami mesti latihan lebih keras lagi. Hari ini kami masih belum bisa menembus Lee/Yoo, mereka tidak mudah dimatikan dan jarang membuat kesalahan sendiri. Tapi kami tak cuma mau fokus pada Lee/Yoo saja, masih banyak lawan lain yang juga berbahaya, pokoknya akan dievaluasi semua," tambah Ahsan.
Dengan demikian, Indonesia hanya menempatkan satu wakil di babak final lewat tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro. Sony lolos ke partai puncak usai Tommy Sugiarto yang jadi lawannya di semifinal tak bisa menyelesaikan pertandingan.
(nds/rin)











































