'Apa Indonesia Ikut Piala Uber? Pemainlah yang Menentukan'

'Apa Indonesia Ikut Piala Uber? Pemainlah yang Menentukan'

Mohammad Resha Pratama - Sport
Selasa, 03 Des 2013 01:44 WIB
Apa Indonesia Ikut Piala Uber? Pemainlah yang Menentukan
Lindaweni Fanetri di Piala Uber 2012 (AFP/LIU JIN)
Jakarta -

Ada wacana dari PB PBSI untuk mencoret keikusertaan Indonesia dari Piala Uber tahun depan. Meski demikian, PBSI menganggap bahwa pemainlah yang harus menentukan nasibnya sendiri terkait turnamen bergengsi itu.

Dasar pertimbangan utama PBSI berniat tak menurunkan tim di Piala Uber adalah masih seretnya prestasi yang diraih pebulutangkis putri Indonesia. PBSI tak ingin tim putri hanya 'numpang lewat' di kejuaraan putri paling bergengsi itu.

Berdasarkan peringkat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), tak ada pemain tunggal putri pelatnas yang bisa masuk 10 besar. Linda Wenifanetri sebagai tunggal putri terbaik "Merah Putih" berada di urutan ke-14. Ia diikuti Aprilia Yuswandari yang ada di posisi ke-22. Di sektor ganda (putra), Gabby Ristiyani/Tiara Rosalia ada di peringkat ke-16.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor ganda tertolong oleh pemain di luar pelatnas. Ada pasangan Pia Zebadiah/Rizky Amelia Pradipta dan Vita Marissa/Variella Aprilsasi.

Dengan kondisi seperti ini dan ditiadakannya kualifikasi zona, maka rangking pemain lah yang akan menentukan siapa lawan 'Srikandi-srikandi' itu di Piala Uber nanti. Maka itu PBSI mungkin saja masih akan mengirim wakil di sana, dengan syarat tentunya memperbaiki peringkat mereka.

Piala Thomas-Uber sendiri akan dihelat di India pada 18-25 Mei 2014 dan pebulutangkis putri Indonesia masih punya kesempatan selama enam bulan untuk meraih prestasi di turnamen super series, demi memperbaiki peringkat dan tampil di putaran final.

Apalagi demi kesuksesan bidding tuan rumah Thomas-Uber 2016, Indonesia wajib mengirimkan wakil di India besok.

"Keikutsertaan di Piala Uber 2014 tergantung dari pemain sendiri. Karena sudah tidak ada kualifikasi zona, maka rankinglah yang menentukan. Kalau negara kita layak untuk ikut Piala Uber 2014, ya akan dikirim. Istilahnya, ini adalah shock therapy untuk para pemain, supaya mereka sadar bahwa ini bukan Binpres atau pengurus yang menentukan, tetapi pemain,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kadbinpires) PBSI, Rexy Mainaky, dalam rilis yang diterima detiksport.

"Indonesia akan melakukan bidding untuk Piala Thomas dan Uber 2016. Ini menjadi salah satu pertimbangan juga kenapa kita harus bisa ambil bagian di Piala Uber 2014. Kami akan mengutamakan pemain-pemain untuk mewakili Indonesia di Piala Uber 2014, karena kami ingin pemain-pemain muda yang tampil di Piala Uber 2016," tambah Rexy.

"Saat ini tim kami berada di ranking lima, dan sudah ada usaha untuk meningkatkan ranking. Contohnya kami mengirimkan pemain-pemain ke turnamen seperti Hong Kong Open Super Series 2013, tetapi hasilnya pun belum maksimal," demikian Rexy.

(mrp/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads